Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi bersedia mengambil alih pengelolaan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafaat di Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Keputusan itu diambil agar proses belajar mengajar lebih dari 800 santri dan santriwati tetap berjalan meski ponpes tersebut terseret masalah yang melibatkan pimpinan sebelumnya.
"Saya sudah menerima pondok ini, supaya apa. Supaya tetap berjalan proses belajar mengajar," kata TGB kepada awak media seusai menghadiri acara silaturahmi dan penyerahan pengelolaan ponpes Abul Barokat Wannafaat, Desa Bunkate, Jumat (25/9/2026).
Mantan Gubernur NTB dua periode ini mengatakan para santri dan santriwati di ponpes tersebut didominasi keluarga tak mampu. Menurutnya, ponpes itu juga memiliki sejumlah prestasi, baik secara akademik maupun bidang lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini ada 800 santri. Prestasi pondok ini juga luar biasa, dalam kompetisi tingkat daerah, bahkan tingkat nasional," ujarnya.
TGB mengatakan proses belajar mengajar di Ponpes Abul Barokat Wannafaat sebelumnya berjalan dengan baik. Namun, aktivitas di ponpes tersebut terganggu setelah muncul isu dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan pimpinan sebelumnya.
"Artinya apa, di sini ada proses pendidikan yang berjalan dengan baik. Kemudian terjadi suatu masalah, yang melibatkan individu," tuturnya.
Menurut TGB, masalah yang menyeret nama Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah tidak boleh sampai berdampak terhadap santri dan orang tua santri. Sebab, para orang tua telah mempercayakan anak-anak mereka untuk menuntut ilmu dan mendapatkan pendidikan akhlak di ponpes tersebut.
"Saya sudah sampaikan yadi, masalah yang ada jangan sampai mengorbankan santri dan orang tua mereka yang saya saksikan mereka ingin tetap anaknya di sini," tegasnya.
TGB berkomitmen membenahi pengelolaan Ponpes Abul Barokat Wannafaat secara menyeluruh. Pembenahan akan dilakukan mulai dari struktur hingga tata kelola ponpes agar proses pendidikan kembali berjalan dengan baik.
"Maka kita semua punya komitmen, pondok ini harus prestasinya seperti semula, lebih lagi. Akan ada perbaikan. Antara pengasuh santri maupun santriwati," katanya.
Dalam pengelolaan ke depan, kata TGB, pihaknya akan mengubah tata kelola ponpes. Salah satunya dengan melarang pengasuh laki-laki memasuki area asrama perempuan.
Langkah tersebut dilakukan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. TGB ingin Ponpes Abul Barokat Wannafaat menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para santri dan santriwati.
"Kita akan menjadikan ponpes ini akan kita jadikan yang nyaman dan aman bagi santri dan santriwati," bebernya.