Perbaikan Irigasi Pertanian Jadi Pekerjaan Besar di NTT Seusai Gempa M 7,7

Simon Selly - detikBali
Kamis, 17 Sep 2026 07:00 WIB
Foto: Kepala BGN sekaligus Ketua Umum HKTI Sudaryono, saat memberitahu keterangan kepada awak media, Rabu (16/9/2026). (Simon Selly/detikBali)
Kupang -

Perbaikan irigasi pertanian menjadi pekerjaan besar di Nusa Tenggara Timur (NTT) seusai gempa magnitudo 7,7. Persoalan ini disoroti oleh Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sudaryono.

"Paling yang menjadi PR menurut saya kira di NTT ini adalah irigasi di daerah-daerah yang terdampak gempa kemarin," ujar Sudaryono saat kunjungan kerja di Aula Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Rabu (16/9/2026).

Pria yang juga menjabat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) itu memastikan pemerintah pusat akan memprioritaskan perbaikan irigasi di NTT. Ia telah menyampaikan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT untuk segera mengajukan usulan perbaikan ke Kementerian Pertanian (Kementan).

"Saya kira nanti pasti ada pengajuan dari Pak Gubernur ke Pak Menteri Kementan dan ini menjadi prioritas kita," tegas mantan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) itu.

Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu juga optimistis anggaran negara cukup mendukung pembangunan, termasuk di sektor pertanian.

"Saya kira nggak ada masalah. Saya kira negara kita punya anggarannya banyak dan kita bisa bangun bangsa ini dengan benar. Selama ini anggaran negara ini besar, tetapi kemudian kececer ke mana-mana, oleh Presiden ini sekarang kita tepat sasaran," jelas Sudaryono.



Simak Video "Video: Momen Evakuasi Ibu Melahirkan di Tengah Gempa NTT"


(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork