Perbaikan irigasi pertanian menjadi pekerjaan besar di Nusa Tenggara Timur (NTT) seusai gempa magnitudo 7,7. Persoalan ini disoroti oleh Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sudaryono.
"Paling yang menjadi PR menurut saya kira di NTT ini adalah irigasi di daerah-daerah yang terdampak gempa kemarin," ujar Sudaryono saat kunjungan kerja di Aula Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Rabu (16/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang juga menjabat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) itu memastikan pemerintah pusat akan memprioritaskan perbaikan irigasi di NTT. Ia telah menyampaikan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT untuk segera mengajukan usulan perbaikan ke Kementerian Pertanian (Kementan).
"Saya kira nanti pasti ada pengajuan dari Pak Gubernur ke Pak Menteri Kementan dan ini menjadi prioritas kita," tegas mantan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) itu.
Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu juga optimistis anggaran negara cukup mendukung pembangunan, termasuk di sektor pertanian.
"Saya kira nggak ada masalah. Saya kira negara kita punya anggarannya banyak dan kita bisa bangun bangsa ini dengan benar. Selama ini anggaran negara ini besar, tetapi kemudian kececer ke mana-mana, oleh Presiden ini sekarang kita tepat sasaran," jelas Sudaryono.
Klaim Pupuk-Benih di NTT Beres
Di sisi lain, Sudaryono mengeklaim persoalan lain sektor pertanian di NTT, seperti pupuk dan bibit, sudah tidak menjadi kendala. Menurutnya, distribusi pupuk dan bibit sudah langsung ke petani.
"Saya kira kalau soal pupuk-bibit sudah gak ada masalah. Pupuk sudah langsung ke petani volumenya juga sudah naik dan harga subsidinya sudah diturunkan," klaim Sudaryono.
Tak cuma itu, Sudaryono juga mengeklaim harga komoditas utama, seperti jagung, beras, serta gabah dalam kondisi bagus.
(hsa/hsa)