detikBali

Mentan Dorong Kakao hingga Jambu Mete Bisa Kikis Kemiskinan di Alor

Terpopuler Koleksi Pilihan

Mentan Dorong Kakao hingga Jambu Mete Bisa Kikis Kemiskinan di Alor


Simon Selly - detikBali

Mentan RI Andi Amran Sulaiman, didampingi Wagub NTT Jhoni Asadoma saat berkunjung ke Kabupaten Alor, NTT.
Foto: Mentan RI Andi Amran Sulaiman, didampingi Wagub NTT Jhoni Asadoma saat berkunjung ke Kabupaten Alor, NTT. (Dok. Humas Pemprov NTT)
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan akan mempercepat pembangunan pertanian di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Didampingi Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Amran meninjau langsung lokasi pertanian dan menyerahkan bantuan sarana produksi kepada masyarakat di Alor, Sabtu (8/8/2026).

Salah satu titik yang dikunjungi Mentan adalah lokasi pembibitan kakao. Di tempat itu, Amran menegaskan pertanian harus menjadi instrumen utama menaikkan kesejahteraan warga Alor.

"Solusi tercepat adalah pertanian. Karena itu kita harus mengirimkan benih yang kompetitif," tegas Mentan Amran, dalam siaran pers yang diterima detikBali, Sabtu (8/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabupaten Alor, kata Amran, masih menghadapi tantangan kemiskinan sekitar 18%. Untuk itu pemerintah mendorong pengembangan komoditas unggulan seperti kakao, kelapa, jambu mete, padi dan jagung secara masif. Mentan juga menargetkan dukungan ini berdampak nyata pada penurunan kemiskinan.

ADVERTISEMENT

"Target kita kemiskinan di bawah 10 persen. Kalau bisa sampai 5 persen," tegasnya.

Namun, di balik potensi pertanian Alor, masyarakat masih menghadapi persoalan ketersediaan air. "Sejumlah bendungan dan jaringan irigasi rusak akibat bencana Seroja, ditambah musim kemarau yang membuat sumber air terbatas," ujar Amran.

Dia juga sempat berdiskusi dengan Petani Desa Vanating dan Desa Petleng, para petani menyampaikan kebutuhan perbaikan bendungan serta jaringan irigasi tersier dan sekunder.

Menanggapi hal ini, Amran berjanji membawa persoalan itu ke Menteri Pekerjaan Umum agar segera ditangani, termasuk dukungan pembangunan sumur bor dan infrastruktur irigasi.

"Kalau kita mau meningkatkan produksi, air harus tersedia," katanya.

Selain itu para petani juga mengusulkan perluasan padi. Mentan langsung menginstruksikan pemberian bibit untuk 1.000-2.000 hektare. Untuk jagung, dari 2.500 hektare saat ini ditarget tambah 1.000 hektare dengan dukungan Pemprov NTT, serta pengembangan jambu mete juga ditargetkan mencapai 10.000 tanaman.

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyatakan siap mengawal agar bantuan benar-benar berdampak positif terhadap pertanian di Alor. "Mari kita ubah nasib saudara-saudara kita di Alor melalui pertanian," kata dia.

Untuk diketahui, rangkaian kunjungan dilanjutkan ke Desa Lembur Barat untuk menyerahkan bantuan kepada keluarga miskin di Kabupaten Alor.

Sebelumnya, viral Adriano seorang mahasiswa asal Alor yang mengenyam pendidikan Universitas Diponegoro (Undio, berdialog bersama Mentan Amran.

Saat Mentan berpidato di Undip, Adriano menyampaikan kondisi Alor, kebutuhan beras, dan persoalan pertanian di daerah kepulauan, disaat musim penghujan. Beberapa waktu kemudian Mentan datang langsung ke Alor.

"Adriano sudah menuntun Bapak Menteri untuk datang ke Alor. Ini adalah bukti bahwa suara anak-anak Alor, suara anak-anak NTT, bisa didengar sampai ke tingkat pemerintah pusat," ujar Johni.

Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Pertanian memberikan, Mentan memberikan 1. 1.000 bibit kelapa, 1.000 bibit jambu mete, dan 500 bibit kakao. Selain itu, 5 unit traktor yang sudah diterima, ditambah 10 unit traktor roda dua dan 10 unit pompa air, dengan rencana penambahan 10 unit lagi.



(hsa/hsa)









Hide Ads