TPA Kebon Kongok Overload Lagi, Pembuangan Sampah Dibatasi

Nathea Citra - detikBali
Rabu, 16 Sep 2026 16:05 WIB
Suasana pembuangan sampah di TPA Kebon Kongok, di Lombok Barat beberapa waktu lalu. (Foto: Nathea Citra)
Mataram -

Kota Mataram kembali menghadapi ancaman penumpukan sampah. Hal ini terjadi setelah TPA Kebon Kongok di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali membatasi pembuangan sampah menjadi hanya 1 ritase per hari.

Padahal, dalam kondisi normal, Kota Mataram membuang sampah ke TPA Kebon Kongok sebanyak 4 ritase per hari. Akibat pembatasan tersebut, sekitar 200-an ton sampah yang tidak bisa dibuang ke TPA terpaksa ditampung sementara di TPS Bintaro.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi mengatakan pembatasan ritase mulai diterapkan pekan ini setelah pihaknya menindaklanjuti surat instruksi DLH Provinsi NTB.

"Kondisi beberapa bulan lalu kembali terjadi di Kota Mataram, beberapa hari lalu kami menerima surat dari DLH Provinsi, adanya pembatasan ritase untuk membuang sampah di TPA Kebon Kongok. Mulai minggu ini kami sudah mengikuti instruksi dari DLH Provinsi, yakni hanya membuang sampah 1 ritase per hari," kata Nizar, saat diwawancarai, Rabu (16/9/2026).

Nizar mengungkapkan pembatasan ritase diberlakukan karena kondisi TPA Kebon Kongok yang kian penuh. Sementara itu, landfill ketiga yang diproyeksikan untuk menampung volume sampah lebih besar belum juga dieksekusi pihak provinsi.

"Kami coba lobi DLH Provinsi agar dapat membuang minimal dua ritase per hari. Karena ini menjadi beban yang sangat berat untuk Kota Mataram," ungkapnya.

"Kami sudah siapkan lahan, di lahan lama TPS Bintaro, agak dalam lokasi, dan sudah kita pagar keliling agar secara visual tidak terlalu kelihatan dari masyarakat," sambungnya.

Operasional harian sampah warga Mataram kini menyentuh angka 325 ton per hari. Dengan pembatasan pembuangan ke TPA Kebon Kongok, kondisi tersebut dikhawatirkan memicu penumpukan sampah di berbagai titik.

"(Kita punya) 32 truk, dan satu truk bawa 2 ton sampah, jadi sekitar 70-an ton. Sisanya kita simpan dulu di TPS Bintaro," imbuhnya.

Menurut Nizar, jika sampah warga Mataram yang tidak bisa dikirim ke TPA Kebon Kongok ditampung di TPS Bintaro, daya tampung sampah di TPS tersebut hanya mampu bertahan 3 hingga 5 bulan ke depan.

"Kalau landfill ketiga ini tidak bisa dieksekusi tahun ini, berarti kan tahun depan. Kalau tahun depan, sekitar bulan Juni baru (bisa dioperasikan)," jelasnya.

Sebagai informasi, dalam sehari Kota Mataram membuang sampah ke TPA Kebon Kongok sebanyak 4 ritase. DLH Mataram memiliki 32 dam truk untuk mengangkut sampah warga Mataram menuju TPA.

Dalam satu ritase, satu dam truk bisa mengangkut sampah sekitar 8 ton. Jika normal 4 ritase, 32 dam truk ini membawa sampah sekitar 256 ton per hari.

Dengan pembatasan menjadi 1 ritase, pembuangan sampah sebanyak 3 ritase harus dialihkan ke TPS Bintaro.

"Karena ada pembuangan 3 ritase ke Bintaro, otomatis nanti akan ada penumpukan," ucapnya.

Di sisi lain, guna menekan volume sampah yang dibuang ke TPA Kebon Kongok, Pemkot Mataram terus menggencarkan program pengolahan sampah berbasis lingkungan, yakni Tempah Dedoro.

Diketahui, program Tempah Dedoro di Mataram sudah tersebar di 1.100 titik di berbagai kelurahan di Kota Mataram. Pemkot berharap melalui program ini, persoalan darurat sampah bisa segera menemukan solusi jangka panjang.

"Kita berharap ada tindak lanjut cepat dari provinsi," tandasnya.



Simak Video "Video: 'Revolusi Pengelolaan Sampah' ala Walkot Solo Respati Ardi"

(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork