Sejumlah hotel melati di Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai beralih fungsi menjadi kos-kosan akibat menurunnya tingkat okupansi. Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram mencatat empat hotel telah mengajukan alih fungsi usaha tersebut.
Kepala Bidang Pelayanan BKD Kota Mataram Achmad Amrin mengatakan peralihan fungsi hotel menjadi kos-kosan terjadi karena tingkat kunjungan tamu yang menurun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hotel-hotel kami itu mengandalkan event-event MICE, jadi kami bukan tujuan wisata. Okupansi (di Mataram) murni dari tamu hotel di event-event pemerintahan," kata Amrin saat diwawancarai, Selasa (15/9/2026).
Menurut Amrin, kondisi tersebut turut dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak pada perjalanan dinas. Sejak 2025, pemerintah pusat menerapkan efisiensi belanja melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.
Akibat efisiensi tersebut, belanja perjalanan dinas dalam negeri dipangkas hingga 50 persen. Sementara perjalanan dinas luar negeri ditekan lebih dalam.
Efisiensi anggaran tersebut berdampak terhadap tingkat hunian hotel di Mataram. Sejumlah pengusaha hotel pun menghadapi tekanan biaya operasional dan memilih mengalihkan fungsi hotel menjadi kos-kosan.
Menurut Amrin, perubahan status hotel menjadi kos-kosan harus melalui prosedur. Sebab, perizinan usaha berkaitan langsung dengan aturan perpajakan, baik itu pajak daerah maupun pajak pusat.
"Di Undang-Undang kalau kos-kosan yang pembayarannya harian (dan) dilakukan seperti hotel, itu juga kena pajak," jelasnya.
Sementara itu, jika kos-kosan tersebut bersifat pembayaran bulanan, pengusaha tidak akan dikenai pajak seperti hotel. Namun tetap tidak lepas dari kewajiban pajak.
"Mereka akan tetap diarahkan ke pajak pusat seperti PPh dan PPN," ungkap Amrin.
Berdasarkan data BKD Kota Mataram, ada empat hotel melati yang telah mengajukan penutupan atau peralihan fungsi bisnis. Tiga hotel melati tercatat telah menghapus data wajib pajak mereka setelah melalui pemeriksaan di lapangan. Sementara, satu hotel lainnya baru saja melakukan pengajuan, dan masih dalam proses evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas.