Sebulan berlalu sejak KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok, tepatnya perairan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, tragedi kapal yang terjadi pada Rabu (12/8/2026) itu belum sepenuhnya terungkap.
Empat penumpang masih dinyatakan hilang. Sementara itu, keberadaan KMP Putri Yasmin yang hanyut setelah terbakar juga hingga kini belum diketahui.
Humas Kantor SAR Mataram I Gusti Lanang Wiswananda mengatakan operasi pencarian korban telah dihentikan pada Rabu (19/8/2026). Operasi ditutup setelah delapan hari pencarian sesuai ketentuan yang berlaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terakhir sudah ditutup, di hari kedelapan pencarian," kata Lanang saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2026).
Meski operasi resmi ditutup, Kantor SAR Mataram masih melakukan pemantauan. Informasi mengenai empat korban yang belum ditemukan juga telah disebarkan kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar perairan tersebut.
Lanang mengatakan kapal yang menemukan tanda-tanda keberadaan korban diminta segera menghubungi Kantor SAR Mataram. Namun, hingga kini belum ada laporan mengenai keberadaan keempat korban.
"Sebelumnya kami sudah menyebarkan informasi, namun sampai saat ini belum ada laporan yang masuk," ungkap Lanang.
4 Penumpang Masih Hilang
Empat korban yang hingga kini belum ditemukan yakni Yasir Arafat (37) asal Mataram, NTB; Selvina Rambu Mayi (28) asal Sumba, NTT; I Made Sutarjana (55) asal Denpasar, Bali; dan Slamet Yulianto (41) asal Denpasar, Bali.
Dari empat korban tersebut, tiga orang tercatat dalam manifes penumpang KMP Putri Yasmin. Sementara Selvina Rambu Mayi tidak tercantum dalam manifes resmi.
Salah satu korban, I Made Sutarjana, diketahui merupakan Presiden Komisaris PT Widja Putra Karya, perusahaan pemilik The Oberoi Beach Resort Bali di Seminyak dan The Oberoi Beach Resort Lombok di Lombok Utara.
Hingga hari terakhir operasi pencarian, keluarga Sutarjana diketahui turut datang dan melakukan pencarian bersama tim SAR. Namun, pihak keluarga enggan memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut.
Kapal KMP Putri Yasmin Hanyut Entah ke Mana
Selain empat korban, keberadaan KMP Putri Yasmin juga masih menjadi tanda tanya. Kapal tersebut terbakar saat berlayar dari Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, sebelum kemudian hanyut terbawa arus.
Hingga sebulan setelah kejadian, belum ada informasi mengenai lokasi terakhir maupun keberadaan kapal tersebut. Kantor SAR Mataram sebelumnya juga telah menginformasikan kepada kapal-kapal yang berlayar agar melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan objek yang berkaitan dengan KMP Putri Yasmin. Namun, belum ada laporan yang diterima hingga saat ini.
17 Awak Kapal dan Nakhoda Selamat
Berdasarkan manifes resmi, KMP Putri Yasmin mengangkut 131 orang. Rinciannya, 114 penumpang dan 17 awak kapal, termasuk nakhoda.
Empat orang yang masih hilang seluruhnya merupakan penumpang. Sementara 17 awak kapal, termasuk nakhoda, berhasil selamat dari tragedi tersebut.
Dengan demikian, keberadaan empat penumpang masih menjadi tanda tanya setelah sebulan tragedi berlalu. Begitu pula dengan KMP Putri Yasmin yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Seperti diketahui, KMP Putri Yasmin dilaporkan mengalami kebakaran saat melintas di perairan Pantai Sekotong, Lombok Barat, pada Rabu (12/8) dini hari. Informasi insiden itu diterima Kantor SAR Mataram dari Nakhoda Rescue Boat (RB) 220 Mataram, Nurdin, pukul 04.39 Wita.
Humas Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda, mengatakan peristiwa kebakaran kapal berdasarkan laporan awal diperkirakan terjadi pukul 04.15 Wita.
(nor/nor)