detikBali

Relawan Gempa di Manggarai Dianiaya OTK Ternyata Rombongan Dokter-Perawat

Terpopuler Koleksi Pilihan

Relawan Gempa di Manggarai Dianiaya OTK Ternyata Rombongan Dokter-Perawat


Ambrosius Ardin - detikBali

Poster
Ilustrasi penaniayaan. Foto: Edi Wahyono
Manggarai -

Relawan gempa yang menjadi korban penganiayaan di tengah jalan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah rombongan tenaga kesehatan (nakes). Mereka adalah relawan kesehatan Caritas Indonesia dan Caritas Keuskupan Ruteng.

Relawan ini menjalankan pelayanan kesehatan dan psikososial di Kampung Rengket, Desa Timbu, Cibal Barat, Manggarai. Mereka terdiri dari tim dokter Caritas Indonesia dan tiga mahasiswa keperawatan dari Universitas Katolik (Unika) St Paulus Ruteng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Caritas Keuskupan Ruteng Romo Benediktus Gaguk mengatakan terdapat dua dokter dan tiga mahasiswa keperawatan dalam mobil yang diadang OTK tersebut. Hanya dua orang yang menjadi korban penganiayaan, yakni perawat dan sopir.

"Yang dianiaya hanya sopir dan relawan nakes dari Unika," ungkap Benediktus, Selasa (15/9/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan insiden itu terjadi pada Minggu (13/9/2026) saat rombongan nakes itu dalam perjalanan pulang dari lokasi terdampak gempa ke Ruteng. Setiba di wilayah sekitar Watu Alo, ada pengendara sepeda motor menyalib dan meliuk-liuk di depan mobil rombongan nakes tersebut. Sopir pun nyalib untuk menghindar sepeda motor tersebut.

Pengendara sepeda motor nyalib lagi dan pergi mendahului mobil relawan tersebut. Setiba di Sondeng, Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, pengendara sepeda motor yang sudah menunggu, melempar mobil relawan dengan batu. Relawan dan sopir turun dari mobil untuk menanyakan alasan pelemparan.

"Lalu terjadi pemukulan terhadap korban, yang juga dilakukan oleh sekelompok orang yang diduga teman pemotor," ujar Benediktus.

Kedua korban sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Lapangan Bandara Frans Sales Lega, Ruteng. Korban telah membuat laporan ke Polres Manggarai.

Benediktus mengatakan relawan kesehatan itu kini dalam keadaan aman. Mereka melanjutkan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak gempa Cibal.

"Para dokter dan relawan sudah dalam keadaan aman akan kembali melanjutkan pelayanan ke tempat lain sampai 17 September 2026," tandas Benediktus.

Sebelumnya Kasi Humas Polres Manggarai AKP Gusti Putu Saba Nugraha membenarkan adanya laporan penganiayaan terhadap relawan gempa oleh OTK. Korban mengalami memar akibat penganiayaan tersebut. Polisi sedang menyelidikinya. "Korban dua orang," kata Nugraha.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads