Relawan gempa bumi Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Gregorius Agung Setyonugroho (44), meninggal dunia, Minggu (13/9/2026). Gregorius adalah arsitek yang memantau kerusakan bangunan atau rumah terdampak gempa bumi di Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, NTT.
Relawan dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) ini meninggal dunia pada hari pertama tiba di lokasi tugas. Gregorius dan tim bahkan belum turun ke lapangan untuk melihat kondisi kerusakan bangunan.
Anggota Tim Assessment IAI Hadir-Flores Recovery Program ini awalnya tiba-tiba terjatuh dari tempat duduk hingga tak sadarkan diri saat berdiskusi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Tondong Belang. Nyawanya kemudian tak tertolong. Gregorius diketahui cukup aktif berdiskusi di rumah kepala desa setempat.
Koordinator Umum IAI Hadir-Flores Recovery Program, Chandra Pradita Putra, mengatakan Tim Assessment IAI Hadir-Flores Recovery Program awalnya tiba di Desa Tondong Belang sekitar pukul 10.00 Wita. Tim diterima di rumah kepala desa untuk berdiskusi mengenai kondisi wilayah serta kebutuhan masyarakat.
Gregorius dalam pertemuan tersebut masih mengikuti pembicaraan secara aktif dan sempat mencatat sejumlah informasi yang disampaikan dalam diskusi. "Di tengah pertemuan, yang bersangkutan tiba-tiba mengalami penurunan kondisi kesehatan dan terjatuh dari tempat duduk," terang Chandra dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).
Anggota Tim IAI bersama masyarakat di lokasi segera memberikan pertolongan ketika kondisi arsitek asal Depok, Jawa Barat (Jabar), itu menurun. Setelah melihat kondisi Gregorius membutuhkan penanganan lebih lanjut, tim bersama masyarakat kemudian membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memperoleh pemeriksaan dan pertolongan awal. Gregorius kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo di Labuan Bajo.
"Berdasarkan hasil penanganan awal tersebut, yang bersangkutan selanjutnya dirujuk ke RSUD Komodo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Tim IAI Hadir turut mendampingi proses tersebut serta melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait," jelas Chandra.
Gregorius diketahui sudah dalam kondisi tak bernyawa saat tiba di RSUD Komodo. Terkait penyebab Gregorius meninggal, kata Chandra, IAI menyerahkan sepenuhnya penjelasan medis kepada pihak yang berwenang.
"IAI menghormati proses pemeriksaan yang dilakukan dan tidak ingin mendahului keterangan resmi mengenai kondisi medis yang bersangkutan," ujar Chandra.
Chandra mengatakan Gregorius bersama tim IAI Hadir-Flores Recovery Program berada di Manggarai Barat untuk melakukan asesmen lapangan terhadap kondisi rumah dan lingkungan terdampak gempa bumi. Kegiatan tersebut bertujuan menghimpun data lapangan serta menyusun rekomendasi penanganan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak.
Peristiwa yang menimpa Gregorius, kata Chandra menjadi kehilangan besar bagi seluruh tim dan keluarga besar IAI. Terlebih, ia datang bersama tim IAI berniat untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
"Hingga beberapa saat sebelum kejadian, beliau masih aktif berdiskusi dan terlibat dalam proses asesmen. Kepergiannya tentu menjadi duka yang sangat mendalam bagi kami semua," ujar Chandra.
"Atas nama Ikatan Arsitek Indonesia dan seluruh Tim IAI Hadir, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan," imbuh Chandra.
IAI saat ini melakukan koordinasi dengan keluarga dan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut, sekaligus memberikan pendampingan kepada anggota tim yang berada di lokasi.
"Kepergian salah satu anggota tim tersebut menjadi duka bagi seluruh keluarga besar Ikatan Arsitek Indonesia. Dedikasi dan semangat kemanusiaannya selama menjalankan tugas akan selalu menjadi bagian dari perjalanan IAI Hadir," kata Chandra.
Saat ini, perhatian IAI difokuskan pada koordinasi dengan keluarga terkait pemulangan jenazah, serta memastikan kembali kesiapan tim asesmen untuk kembali bertugas di masyarakat yang terdampak di Manggarai Barat.
Simak Video "Pertamina Hadir, Dukung Pemulihan Pascagempa Flores"
(dpw/dpw)