Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengerahkan sebanyak 532 tenaga kesehatan (nakes) untuk melayani masyarakat terdampak gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ratusan nakes itu disebar di tujuh kabupaten di NTT, yakni Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan NTT, Ruth Laiskodat. Menurutnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin terus berkoordinasi untuk memastikan agar pelayanan kesehatan di daerah terdampak gempa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Menteri dan Pak Sekjen Kementerian Kesehatan melakukan rapat koordinasi setiap hari agar kekurangan yang dibutuhkan bisa dibantu, agar masyarakat terdampak gempa Flores dapat pelayanan kesehatan dengan baik," ungkap Ruth di Kupang, NTT, Minggu (30/8/2026).
Ruth menjelaskan Kemenkes bersama Dinkes NTT juga telah membangun dua rumah sakit lapangan di wilayah Flores. Menurutnya, operasional dua unit RS lapangan itu akan terus dioptimalkan agar layanan kesehatan di tujuh kabupaten terdampak dapat terpenuhi selama masa pemulihan.
"RS lapangan ini diprioritaskan bagi warga yang sulit menjangkau fasilitas kesehatan tetap," kata Ruth.
Dinkes NTT, dia berujar, mulai mendata fasilitas kesehatan (faskes) yang rusak akibat gempa Flores. Menurutnya, data tersebut akan menjadi dasar untuk mengajukan pembangunan faskes baru di wilayah tersebut.
"Dinkes NTT juga mulai mendata kerusakan fisik bangunan kesehatan di lokasi terdampak. Data kerusakan ini akan diusulkan untuk pembangunan sarana kesehatan yang baru, mulai dari pustu (puskesmas pembantu), puskesmas, hingga rumah sakit," terangnya.
Berdasarkan data Dinkes NTT per 29 Agustus 2026, jumlah korban jiwa akibat gempa Flores mencapai 124 orang. Selain itu, sebanyak 1.647 pasien dilayani oleh para nakes dengan rincian 227 orang menjalani rawat inap dan 1.420 pasien rawat jalan.
Dinkes NTT juga mencatat kelompok rentan yang terdampak gempa. Terdiri dari bayi sebanyak 16.220 orang, balita (62.882), ibu hamil (10.514), nifas (4.552), lansia (136.113), dan penyandang disabilitas (6.773).