Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bakal membenahi sistem pencahayaan dan pasokan listrik di Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah tersebut dilakukan untuk menekan risiko kebakaran setelah insiden yang menghanguskan 75 rumah adat di kawasan tersebut.
Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah pemasangan instalasi listrik bawah tanah. Wacana ini muncul setelah kebakaran diduga dipicu korsleting listrik di salah satu rumah warga.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menegaskan pentingnya membangun infrastruktur keselamatan yang mumpuni di Desa Sade. Mulai dari pasokan air hingga instalasi kelistrikan yang aman bagi lingkungan adat di Sade.
"Kami sudah diskusi di dalam, tentu kami akan mendengarkan usulan itu (tidak ada listrik). Tapi apabila menggunakan api, itu juga akan meninggalkan risiko juga ya, jadi tentunya infrastruktur keselamatan harus kami bangun di sana untuk pemadam kebakaran," ujar Widiyanti usai berdiskusi dengan pihak terkait di Lombok Tengah, Kamis (27/8/2026).
Menurut Widiyanti, kebutuhan listrik di kawasan adat juga perlu dikaji dengan tetap mempertimbangkan keamanan dan kelestarian lingkungan. Salah satu alternatifnya adalah menyalurkan jaringan listrik melalui instalasi bawah tanah sehingga tidak mengganggu estetika Desa Adat Sade.
"Kami lihat kebutuhan di sana, butuh listrik tidak? Ada juga cara menyalurkan listrik dari bawah tanah ke atas," tegasnya.
Meski demikian, Widiyanti memastikan setiap opsi pembangunan infrastruktur tidak akan diputuskan secara sepihak. Pihaknya akan tetap mengedepankan komunikasi aktif dengan warga lokal agar solusi yang ditawarkan selaras dengan kearifan lokal.
"Itu nanti bisa didiskusikan dengan masyarakat," pungkas Widiyanti.
Simak Video "Video: Kunjungan Wisman ke RI Tembus 10,04 Juta hingga Agustus 2025"
(nor/nor)