Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Mataram mencatat kejadian kebakaran lahan di daerah itu meningkat signifikan saat memasuki musim kemarau. Bahkan, Damkar Mataram menangani lebih dari empat kali kejadian kebakaran lahan dalam sepekan terakhir.
"Dalam seminggu kadang empat kali kami pemadaman lahan kosong," kata Kepala Dinas Damkar Kota Mataram, Rudi Suryawan, Selasa (25/8/2026).
"Tim Damkar tetap siaga penuh untuk menghadapi kondisi cuaca saat ini yang memang masuk kemarau panjang," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudi menuturkan kebakaran lahan di Mataram umumnya dipicu oleh pembakaran sampah yang ditinggal warga tanpa pengawasan. Selain itu, ia menyebut kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan di area kering juga mempercepat kobaran api di tengah cuaca panas.
Untuk mencegah kejadian serupa, Rudi mengimbau warga Mataram agar tidak meninggalkan tumpukan sampah yang sedang dibakar sebelum api benar-benar padam. Ia juga meminta warga memeriksa kondisi rumah untuk menghindari potensi korsleting listrik yang dapat memicu kebakaran.
"Instalasi listrik diperhatikan karena pemicunya sering kali karena korsleting. Termasuk juga kompos gas, saat memasak jangan sampai ditinggalkan," kata Rudi.
Meski begitu, Rudi memastikan tim Damkar tetap bersiaga selama 24 jam untuk menangani keadaan darurat. Saat ini, Damkar Mataram memiliki 11 armada yang terdiri dari dua unit mobil tangki dan 9 mobil pemadam. "Semua dalam kondisi siap tempur," pungkasnya.