detikBali

Trump Serukan Presiden Baru Ukraina, Desak Zelensky Mundur

Terpopuler Koleksi Pilihan

Trump Serukan Presiden Baru Ukraina, Desak Zelensky Mundur


Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikBali

US President Donald Trump addresses the 81st United Nations General Assembly at the United Nations Headquarters in New York, on September 22, 2026. (Photo by ANGELA WEISS / AFP)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP/ANGELA WEISS)
Denpasar -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak Volodymyr Zelensky mundur dari jabatannya sebagai Presiden Ukraina. Seruan Trump itu muncul seusai Zelensky melontarkan kritik terkait kesepakatan AS mengenai diesel Rusia.

"Sudah saatnya Ukraina memiliki presiden baru," kata Trump di luar Gedung Putih, Sabtu (10/10/2026), seperti dikutip dari detikNews.

Zelensky sempat memperingatkan bahwa kesepakatan baru untuk memasukkan jutaan ton diesel Rusia ke AS akan memberikan dana bagi Moskow untuk melanjutkan perang melawan negaranya. Zelensky menyebut hal itu sebagai hadiah bagi Presiden Rusia Vladimir Putin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi itu, Trump kemudian mengatakan Zelensky ingin menciptakan masalah bagi dunia dengan terus mengizinkan serangan terhadap kilang-kilang minyak Rusia. Dia kembali mendesak Ukraina mengganti presiden dan Zelensky mundur.

ADVERTISEMENT

"Dia sebaiknya benar-benar berhenti," ujar Trump.

Pasokan bahan bakar global, termasuk diesel, sangat terbatas akibat perang yang dipicu AS dan Israel terhadap Iran. Peran itu telah menyebabkan tertutupnya Selat Hormuz yang merupakan jalur penting bagi seperlima produk minyak dunia.

Rusia, sebagai produsen utama energi, juga masih berperang dengan Ukraina. Baru-baru ini, pihak Ukraina meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi dan fasilitas transportasi Rusia sehingga semakin menekan pasar energi.

"Kami bilang, 'Anda boleh melakukan apa saja terhadap Rusia, tapi jangan serang kilang-kilang minyaknya', karena hal itu menimbulkan masalah bagi dunia," ujar Trump.

"Dia sebenarnya bisa saja membuat banyak kesepakatan, namun entah mengapa, dia tidak pernah melakukannya," imbuhnya.

Utusan Putin, Kirill Dmitriev, menyebut intervensi Trump sebagai sesuatu yang bersejarah. Dia mengatakan Ukraina membutuhkan kepemimpinan yang benar-benar berfokus pada perdamaian.

Zelensky mengatakan hal itu akan memungkinkan Moskow menggalang dana baru untuk memperoleh peralatan militer guna melanjutkan perang. Dia juga menuduh Moskow menganggap kesepakatan tersebut sebagai tanda bahwa mereka bisa terus berperang dan terus menjatuhkan bom ke kota-kota menyusul serangan mematikan baru di Zaporizhzhia.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads