detikBali

1.500 Rumah Siap Dibangun untuk Korban Gempa Flores NTT

Terpopuler Koleksi Pilihan

1.500 Rumah Siap Dibangun untuk Korban Gempa Flores NTT


Simon Selly - detikBali

Sejumlah warga terdampak gempa bumi mengungsi di tenda yang didirikan di dekat rumah mereka di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19/8/2026). Sebagian warga Pulau Palue yang berpenduduk sekitar 11.000 jiwa dan berjarak 2030 kilometer dari pusat gempa bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu (16/8) memilih mengungsi secara mandiri di sekitar rumah untuk menjaga harta benda dan hewan ternak.ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/tom.
Sejumlah warga terdampak gempa bumi mengungsi di tenda yang didirikan di dekat rumah mereka di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19/8/2026). (Foto: ANTARA FOTO/MEGA TOKAN)
Kupang -

Pemerintah bersama lembaga swasta akan membangun 1.500 unit rumah bagi warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.000 unit berasal dari program pemerintah pusat dan 500 unit dari dukungan swasta melalui Yayasan Buddha Suci.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan hal itu saat meninjau wilayah terdampak gempa di Flores pada 22-23 Agustus 2026. Peninjauan dimulai dari Ngada, Nagekeo, Ende, hingga Sikka. Sebelumnya, Laka Lena juga meninjau korban gempa di Labuan Bajo sampai Maumere.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laka Lena menuturkan 1.000 rumah untuk warga terdampak gempa di Flores dibangun oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Pada tahap awal, pembangunan diprioritaskan untuk Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.

"Saya mewakili tiga bupati dan warganya yang terdampak, sebagai gubernur, mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri PKP yang sudah memberikan dukungan perumahan kepada kami," kata Laka Lena dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).

ADVERTISEMENT

Laka Lena mengatakan pembangunan dan perbaikan rumah warga yang terdampak gempa mendesak dilakukan. Menurut dia, Menteri PKP Maruarar Sirait juga memberi bantuan dana secara pribadi Rp 5 miliar.

"Dana tersebut akan digunakan untuk membangun rumah tambahan di luar program 1.000 rumah pemerintah," kata Laka Lena.

"Bantuan diarahkan tidak hanya untuk membangun rumah baru, tetapi juga memperbaiki rumah warga yang masih memungkinkan untuk diselamatkan," imbuhnya.

Diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 91 orang tewas akibat gempa dahsyat di NTT per Minggu (23/8/2026). Gempa tersebut juga mengakibatkan 1.286 orang mengalami luka-luka dan 156.782 orang kini masih mengungsi.

BNPB juga mencatat sebanyak 58.360 rumah rusak akibat gempa di sejumlah wilayah di NTT. Jumlah tersebut belum termasuk fasilitas pendidikan, rumah ibadah, fasilitas Kesehatan, dan fasilitas publik lainnya yang turut terdampak.



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads