detikBali

Labfor Polda Bali Ikut Selidiki Penyebab Kebakaran Desa Adat Sade

Terpopuler Koleksi Pilihan

Labfor Polda Bali Ikut Selidiki Penyebab Kebakaran Desa Adat Sade


Edi Suryansyah - detikBali

Sejumlah petugas gabungan dari Labfor Bali, Polda NTB, dan Polresta Lombok Tengah saat melakukan olah TKP di Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut.
Foto: Sejumlah petugas gabungan dari Labfor Bali, Polda NTB, dan Polresta Lombok Tengah saat melakukan olah TKP di Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut. (Edi Suryansyah/detikbali)
Lombok Tengah -

Tim gabungan Pusat Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali, Inafis Polda NTB, dan Satreskrim Polresta Lombok Tengah, diterjunkan untuk menyelidiki penyebab kebakaran yang melanda Kampung Adat Desa Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, pada Sabtu (22/6/2026) malam.

Pantauan detikBali, tim gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di titik pertama kali api muncul pada malam tersebut. Identifikasi mulai dilakukan sejak pukul 09.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, puluhan anggota Polri yang berjaga di sana tampak mengawasi area dengan menjaga sudut-sudut tempat pemasangan police line (garis polisi).

Kasatreskrim Polresta Lombok Tengah, AKP Punguan Hutahaean, mengatakan, fokus olah TKP pada hari kedua ini adalah membedah penyebab kebakaran menggunakan metode ilmiah. Pihaknya kali ini melibatkan Labfor Bali dan tim dari Polda NTB.

ADVERTISEMENT

"Hari ini kami melakukan olah tempat kejadian perkara yang langsung dari Laboratorium Forensik yang nanti lebih ilmiah spesifik menjelaskan nanti penyebab kebakaran seperti apa," katanya kepada detikBali, Senin (24/6/2026).

Ia menjelaskan acuan pada olah TKP hari ini adalah kondisi lapangan. Di sisi lain, pihaknya juga akan menggabungkan dengan hasil wawancara dengan saksi yang melihat api pertama kali.

"Tetapi acuannya adalah kondisi TKP. Jadi kondisi TKP yang kita temukan nanti menjadi acuan. Sama kombinasikan dengan keterangan saksi yang pertama kali melihat api," tegasnya.

Berdasarkan data sementara, sedikitnya 75 unit rumah warga yang terbakar. Selain rumah warga, sejumlah fasilitas adat dan fasilitas umum juga ikut terdampak. Seperti, satu unit masjid, empat berugak sekenam gazebo bertiang enam, enam berugak sekepat, satu lumbung alang-alang, serta 69 arh shop (toko seni) yang berada di masing-masing rumah masyarakat.

Selain itu, kebakaran juga berdampak pada satu unit balai desa, satu unit toilet, satu unit gerbang adat dan satu unit lumbung. Sementara di luar kawasan utama lokasi kebakaran, terdapat sekitar 20 unit rumah di luar Desa Adat Sade, yang turut terdampak.

"Dari kemarin berhitung kondisi dan keadaan wilayah yang terdampak, pertama perlu kami sampaikan ada 75 unit rumah. Lalu kemudian satu masjid, berikut empat berugak yang kakinya enam atau di sini orang mengatakan sekenam," kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, kepada awak media, Senin.



(hsa/nor)









Hide Ads