InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menunda pelaksanaan Golo Mori Sunset Run (GMSR) di kawasan The Golo Mori, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), akibat gempa Pulau Flores. Acara lari senja sambil menikmati panorama alam indah itu semula dijadwalkan dilaksanakan pada Sabtu (22/8/2026) sore.
"Sehubungan dengan bencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores, Golo Mori Sunset Run 2026 yang semula dijadwalkan pada 22 Agustus 2026 resmi ditunda," kata General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aji mengatakan informasi mengenai jadwal terbaru akan disampaikan kemudian. Perkembangan terbaru akan disampaikan setelah masa tanggap darurat yang berakhir pada 28 Agustus mendatang.
"Kita akan update segera setelah masa tanggap darurat berlalu sambil melihat perkembangan. Kami berharap seluruh peserta tetap dapat bergabung dan berlari bersama kami saat kondisi telah memungkinkan," harap Aji.
Aji menegaskan peserta yang telah mendaftar tetap tercatat dan berlaku pada jadwal pelaksanaan yang baru. Ia memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat penundaan ajang lari tersebut.
Sebelumnya, hingga 31 Juli lalu, tercatat hampir 500 orang sudah mendaftar mengikuti Golo Mori Sunset Run 2026 tersebut
Event ini mengusung konsep fun run. Lintasannya naik turun bukit dengan pemandangan laut dan bukit sambil menikmati senja. Peserta yang tidak kuat berlari, bisa berjalan sambil menikmati pemandangan indah kawasan The Golo Mori tersebut.
Acara ini, ujar Aji, memberi kesempatan kepada masyarakat merasakan pengalaman (experience) pariwisata dan olahraga (sport tourism) di Golo Mori.
Lintasan Golo Mori Sunset Run menawarkan pemandangan indah senja hari kawasan The Golo Mori. Dengan panorama spektakuler matahari terbenam (sunset) di The Golo Mori, event ini memadukan gaya hidup sehat, sport tourism, dan keindahan alam sebagai daya tarik utamanya.
"Apa yang ada di Golo Mori ini memang mendukung sport tourism dan promosi. Tapi kami juga paham ini bukan satu hal yang pure prestasi, makanya judulnya Fun Run. Kita pengin sport-nya dapat, tetap dapat aktivitas sport, dan kita memperoleh pengalamannya," jelas Aji.
"Walaupun kalau misalnya mereka daftar dan akhirnya mereka jalan karena tidak kuat lari, kita tidak paksakan. Tetap akan ada pengalaman di situ. Kita ingin mengedepankan experience pariwisata dan berolahraga di alam dengan tantangannya (lintasan) berbukit," imbuh dia.