Satu korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin, Ardiyansyah (37), meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama delapan hari di RSUD Patut Patuh Patju (Tripat), Lombok Barat. Warga Desa Gelogor, Kecamatan Kediri, itu meninggal pada Rabu (19/8/2026) sekitar 16.45 Wita.
Ardiyansyah meninggal akibat gagal napas yang dipicu pneumonia aspirasi setelah banyak air laut masuk ke paru-parunya saat insiden KMP Putri Yasmin terbakar di perairan Sekotong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter yang menangani Ardiyansyah, dr Ni Nyoman Ayu Suciarini, mengatakan air laut yang masuk dalam jumlah banyak membuat paru-paru korban dipenuhi cairan sehingga mengganggu proses pertukaran oksigen.
"Paru-parunya itu seperti terbenam dipenuhi air. Jadinya pertukaran oksigen terganggu. Air laut itu menarik semua cairan yang ada ke dalam lapisan alveoli. Itu sel-sel di paru-paru yang fungsinya pertukaran oksigen," jelas Ayu, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut kemudian menyebabkan kadar oksigen dalam darah korban turun drastis hingga mengalami gagal napas atau respiratory failure.
"Cairan dan sel darah putih memenuhi kantong udara alveolus. Akibatnya oksigen tidak bisa masuk ke darah. Kemudian korban mengalami gagal nafas atau Respiratory Failure. Ini penyebab utama kematiannya," jelas Ayu.
Gagal napas yang dialami Ardiyansyah kemudian memicu komplikasi pada sejumlah organ tubuh, salah satunya ginjal.
Ayu menjelaskan ketika kadar oksigen dalam darah turun drastis, ginjal ikut kekurangan pasokan oksigen. Kondisi tersebut dapat menyebabkan sel-sel ginjal mengalami kerusakan hingga berujung pada gagal ginjal akut.
"Untuk kompensasi gagal napas juga, tubuh melepas hormon stres. Pembuluh darah menyempit. Aliran darah ke ginjal jadi berkurang drastis," terangnya.
Selain itu, kandungan garam dalam air laut yang masuk ke tubuh korban membuat ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaring kelebihan garam.
"Ini khas air laut. Garam yang tertelan itu masuk ke paru dan masuk ke dalam darah. Darah jadi terlalu asin atau kental, kemudian ginjal dipaksa kerja keras menyaring garam berlebih. Lama-lama terjadi overload, yang akhirnya mengakibatkan gagal ginjal," kata Ayu.
Dia menuturkan pihaknya telah berupaya menyelamatkan Ardiyansyah sejak korban dievakuasi ke RSUD Tripat. Kondisinya sempat menunjukkan perbaikan setelah dua hari menjalani perawatan.
"Sudah sempat ada perbaikan, saya bahkan bisa komunikasi dengan baik bersama pasien. Tapi pas hari ketiga fungsi ginjalnya menurun parah," tutur Ayu.
Ardiyansyah merupakan salah satu korban yang pertama kali dievakuasi ke Pelabuhan Lembar bersama korban meninggal dunia lainnya, Indah Dwi Septiani.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Ardiyansyah dimakamkan di Pemakaman Desa Gelogor, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, NTB, Kamis (20/8/2026).
Diberitakan sebelumnya, KMP Putri Yasmin terbakar saat melintas di perairan Pantai Sekotong, Lombok Barat, pada Rabu (12/8/2026) dini hari. Sebanyak 212 korban telah dievakuasi ke Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, dan Padangbai, Karangasem, Bali. Satu orang penumpang dilaporkan tewas dalam peristiwa itu.