Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah menargetkan tingkat kemiskinan di daerah tersebut turun menjadi 10,30 persen pada tahun ini. Program penanggulangan kemiskinan dilakukan dengan cara menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
"Program penurunan kemiskinan terus ditingkatkan agar manfaat pembangunan semakin dirasakan masyarakat, khususnya keluarga miskin dan kelompok rentan," kata Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah kepada awak media di ruangannya, Rabu (19/8/2026).
Nursiah membeberkan tingkat kemiskinan di Lombok Tengah pada 2025 berada di angka 10,68 persen. Capaian tersebut menempatkan Lombok Tengah pada urutan ketiga dengan tingkat kemiskinan terendah di NTB setelah Kota Mataram sebesar 10,55 persen dan Kota Bima sebesar 10,61 persen.
"Angka kemiskinan tersebut turun dari 12,07 persen pada 2024. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menargetkan angka kemiskinan kembali turun menjadi sekitar 10,30 persen pada 2026," ujarnya.
Meski begitu, Pemkab Lombok Tengah masih memberikan perhatian khusus terhadap wilayah yang memiliki kantong kemiskinan cukup tinggi. Misalkan Kecamatan Pujut yang mencatatkan angka kemiskinan 11,77 persen atau 16.037 jiwa, Kecamatan Jonggat 10,25 persen atau 13.960 jiwa, dan Kecamatan Praya Barat 10,17 persen atau 13.858 jiwa.
Simak Video "Video: Prabowo Optimistis RI Bebas Kemiskinan Ekstrem di 2029"
(iws/iws)