detikBali

Upaya Pemkab Karangasem Turunkan Angka Kemiskinan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Upaya Pemkab Karangasem Turunkan Angka Kemiskinan


Sui Suadnyana, Selamat Juniasa - detikBali

Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, bersama instansi terkait saat rakor penanggulangan kemiskinan sekaligus peluncuran Pepadu Karangasem di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Rabu (7/10/2026). (I Wayan Selamat Juniasa/detikBali)
Foto: Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, bersama instansi terkait saat rakor penanggulangan kemiskinan sekaligus peluncuran Pepadu Karangasem di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Rabu (7/10/2026). (I Wayan Selamat Juniasa/detikBali)
Karangasem -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem tengah berupaya menurunkan angka kemiskinan. Berbagai upaya dilakukan agar warga di kabupaten dengan julukan Gumi Lahar itu makin sejahtera.

Salah satu upaya Pemkab Karangasem adalah mengandalkan integrasi data dan kolaborasi lintas sektor. Pemkab Karangasem juga meluncurkan Sistem Perencanaan dan Penganggaran Terpadu (Pepadu) sebagai model integrasi lintas sektor. Berbagai upaya itu dilakukan karena angka kemiskinan di Karangasem masih cukup tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karangasem, I Gusti Bagus Widiantara, mengatakan penanggulangan kemiskinan membutuhkan kerja bersama karena persoalan tersebut bersifat multidimensi. Menurutnya, upaya mengatasi kemiskinan tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak.

"Penanggulangan kemiskinan merupakan agenda pembangunan yang membutuhkan kerja bersama karena kemiskinan bersifat multidimensi dan tidak dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah saja," kata Widiantara dalam rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan kemiskinan 2026 sekaligus peluncuran Pepadu Karangasem di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Rabu (7/10/2026).

ADVERTISEMENT

Karangasem, tutur Widiantara, memiliki berbagai potensi ekonomi, mulai dari pariwisata, pertanian; usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); hingga ekonomi kreatif. Namun, tantangannya adalah mengorkestrasi potensi tersebut agar memberikan manfaat lebih luas, khususnya bagi masyarakat kategori miskin dan kelompok rentan.

Widiantara mengungkapkan integrasi data menjadi salah satu kunci dalam penanggulangan kemiskinan. Pemkab Karangasem mendorong agar seluruh pemangku kepentingan menggunakan data dan sasaran yang sama sehingga program yang dijalankan lebih tepat sasaran.

"Selain itu, juga diperlukan mengorkestrasi potensi ekonomi lokal untuk meningkatkan pendapatan dan kemandirian masyarakat," ujar pria juga menjabat Sekretaris Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Karangasem itu.

Pepadu Karangasem yang diluncurkan merupakan model integrasi perencanaan dan penganggaran lintas sektor. Sistem ini menghubungkan permasalahan, potensi, lokasi, sasaran, sumber daya, indikator hingga shared outcome dalam upaya penurunan dan penanggulangan kemiskinan.

Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata (Gus Par), mengatakan kemiskinan menjadi salah satu prioritas pembangunan yang membutuhkan perhatian bersama. Baginya, kemiskinan bukan semata-mata persoalan rendahnya pendapatan.

"Kemiskinan merupakan persoalan yang multidimensi berkaitan dengan terbatasnya akses pekerjaan, air bersih, infrastruktur, perumahan, kesempatan kerja serta kemampuan masyarakat untuk keluar dari kerentanan," ucap Gus Par.

Penanggulangan kemiskinan di Karangasem akan dilakukan melalui beberapa strategi. Seluruh program penanggulangan kemiskinan harus bergerak dalam arah yang sama dengan menggunakan data yang jelas dan sasaran yang terukur serta intervensi antar perangkat daerah juga harus saling menguatkan.

Terkait peluncuran Pepadu Karangasem, Gus Par juga mengingatkan agar jangan sampai berhenti sebagai aplikasi atau inovasi teknologi. Menurutnya, Pepadu harus menjadi pola kerja baru dalam perencanaan dan penganggaran daerah.

"Kami berharap Pepadu ini tidak berhenti sebagai sebuah aplikasi atau inovasi teknologi, melainkan Pepadu harus menjadi cara kerja baru dalam perencanaan dan penganggaran, untuk lebih terintegrasi, kolaboratif, tepat sasaran, dan terukur hasilnya," ucap Gus Par.



(hsa/hsa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads