Pemkab Brebes Geber 4 Program demi Terus Tekan Angka Kemiskinan, Apa Saja?

Pemkab Brebes Geber 4 Program demi Terus Tekan Angka Kemiskinan, Apa Saja?

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Sabtu, 17 Okt 2026 21:28 WIB
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma. Foto: Dok Pemkab Brebes
Brebes -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes sukses menekan angka kemiskinan hingga 26 ribu jiwa. Empat program juga terus digenjot untuk terus memangkas angka kemiskinan.

"Adapun rerata garis kemiskinan tercatat pada tingkat pengeluaran Rp 563.762 per orang per bulan," terang Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Sabtu (17/10/2026).

Paramitha membeberkan jumlah warga miskin di Brebes pada Maret 2024 menembus 283 ribu jiwa atau setara 15,60 persen dari total populasi. Angka tersebut sukses ditekan menjadi 257 ribu jiwa atau 14,15 persen pada Maret 2025 dari total 2,09 juta penduduk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi tersebut sejalan dengan pengurangan angka kemiskinan ekstrem. Pada 2024 kemiskinan ekstrem di Brebes menyusut dari 0,75 persen pada 2024 menjadi 0,39 persen pada 2025. Meski tren melandai, proporsi 14,15 persen tersebut diakui masih menempatkan Brebes di posisi teratas persentase kemiskinan di Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

Guna menjaga konsistensi pengurangan angka kemiskinan, Pemkab Brebes menggeber empat intervensi prioritas lewat APBD:

1. Program Wareg Sedoyo: Penyaluran paket sembako empat tahap menyasar 14.000 keluarga penerima manfaat (KPM) yang belum terjangkau bantuan pusat.

2. BPJS Kesehatan Gratis: Pembiayaan penuh iuran BPJS Kesehatan APBD bagi 87.362 warga miskin tiap bulan.

3. Jemput Bola Nakes: Layanan pemeriksaan kesehatan door-to-door yang telah menjangkau 61.664 jiwa dari target 75.000 sasaran.

4. Bedah Rumah APBD: Renovasi 468 unit rumah tidak layak huni (RTLH) pada 2026, termasuk 77 unit khusus korban bencana alam.

Pramitha melanjutkan, pihaknya tidak hanya mengandalkan APBD. Pemkab Brebes juga berkolaborasi dengan program pemerintah pusat.

Seperti halnya graduasi PKH dengan pendampingan mandiri melalui gerakan Siap Lulus PKH untuk 3.150 KPM. Ada pula program Bedah Rumah Pusat dengan kuota perbaikan 1.545 unit RTLH pada 2026 dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Program pusat seperti Sekolah Rakyat juga membantu memberikan akses pendidikan gratis berasrama di Kecamatan Larangan untuk 207 anak.
Bantuan Sosial Nasional berupa penyaluran PKH bagi 106.537 keluarga serta bantuan sembako menyasar 197.094 keluarga juga dimasifkan.

"Langkah terpadu ini kami harapkan mampu memastikan intervensi sosial terdistribusi tepat sasaran dan merata di seluruh pelosok Brebes," tegas Paramitha.



(afn/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads