Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram merespon positif rencana bantuan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta penyediaan lapak di Pasar Ikan Bintaro, Ampenan, Mataram. Proyek bantuan ini ditargetkan tuntas pada tahun 2026.
"Kemarin sudah dikejar ke Jakarta, Insyaallah Kementerian akan membantu penyelesaian IPAL kita di Pasar Ikan Bintaro. Dijanjikan tahun ini selesai," kata Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram, Bachtiar Yulianto, saat dikonfirmasi detikBali, Rabu (19/8/2026).
Bachtiar menjelaskan, seluruh pekerjaan fisik maupun pendanaan bersumber penuh dari anggaran Kementerian. Pemkot Mataram hanya memfasilitasi dan siap menerima manfaat hasil pembangunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka yang menyelesaikan, kita hanya penerima manfaat saja. Kalau nominal (bantuannya) belum tahu pasti, karena menggunakan hitungan pihak kementerian," terangnya.
Tak hanya IPAL, Bachtiar mengungkapkan pihaknya telah mengusulkan perbaikan infrastruktur lain, seperti pembenahan atap pada bagian tengah pasar. Namun, usulan bantuan tersebut masih bersifat usulan cadangan tergantung sisa alokasi anggaran pusat.
"Untuk sementara fokus di IPAL dulu. Nanti kalau ada kelebihan anggaran di Kementerian, Insyaallah dibantu juga untuk atap tengah. Kalau IPAL Insyaallah sudah pasti," ujarnya.
Selain bantuan penanganan IPAL, Kementerian berencana akan merombak lapak-lapak pedagang di Pasar Ikan Bintaro. "Itu jadi satu-kesatuan," jelasnya.
Berdasarkan data Dinas Perikanan Kota Mataram terdapat puluhan pedagang yang aktif beraktivitas di area pasar.
"Untuk lapak utama di bagian pinggir ada 36 unit. Tapi kalau ditotal dengan pedagang kecil-kecil yang di bagian tengah jumlahnya lebih dari 80-an pedagang," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono menyoroti kondisi Pasar Ikan Bintaro, Ampenan, Kota Mataram, yang dinilai masih kurang layak dan berbau amis. Dalam kunjungannya, Sakti menekankan perlunya pembenahan sejumlah fasilitas penunjang, termasuk pengelolaan limbah pasar.
"Ada beberapa yang masih kurang, kita mau perbaiki," ķata Trenggono saat diwawancarai seusai meninjau langsung lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Bintaro Ampenan, sebelumnya.
Menurut Trenggono, kondisi pasar ikan yang berada di sekitar KNMP Bintaro masih perlu dipenuhi agar lebih banyak dan higienis.
Pantauan detikBali di lokasi, puluhan lapak pedagang masih menggunakan balok kayu dan atap seng. Sistem pengelolaan limbah ikan juga masih dilakukan secara manual di antara lapak-lapak pedagang.
"Pasarnya mesti dikoreksi," tegas Trenggono.