detikBali

Usai Insiden Mencurigakan, AS Tarik Belasan Pesawat Pengebom B-1 dari Inggris

Terpopuler Koleksi Pilihan

Usai Insiden Mencurigakan, AS Tarik Belasan Pesawat Pengebom B-1 dari Inggris


Novi Christiastuti - detikBali

In this photo provided by South Korea Defense Ministry, U.S. Air Force B-1B bombers, center, fly in formation with South Koreas Air Force F-35A fighter jets and U.S. Air Force F-16 fighter jets, bottom left, over the South Korea Peninsula during a joint air drill in South Korea, Sunday, March 19, 2023. North Korea launched a short-range ballistic missile toward the sea on Sunday, its neighbors said, ramping up testing activities in response to U.S.-South Korean military drills that it views as an invasion rehearsal. (South Korea Defense Ministry via AP)
Pesawat Pengebom AS. Foto: South Korea Defense Ministry/AP Photo
Denpasar -

Amerika Serikat (AS) memulangkan seluruh pesawat pengebom B-1 yang sebelumnya ditempatkan di Pangkalan Udara RAF Fairford, Inggris. Penarikan dilakukan setelah insiden mencurigakan di sekitar pangkalan tersebut pekan lalu yang sempat memicu evakuasi warga.

Dilansir detikNews, Departemen Pertahanan AS atau Pentagon mengonfirmasi bahwa pesawat-pesawat bomber tersebut kini telah kembali ke pangkalan induknya di Amerika Serikat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami dapat mengonfirmasi saat ini bahwa seluruh pesawat pengebom AS yang sebelumnya dikerahkan ke RAF Fairford, telah kembali ke pangkalan induknya di Amerika Serikat," demikian pernyataan Pentagon yang dirilis pada Minggu (4/10/2026) waktu setempat.

Pentagon tidak menjelaskan secara rinci kapan seluruh pesawat tersebut meninggalkan Inggris. Departemen Pertahanan AS juga menyatakan tidak dapat mengungkap pergerakan aset maupun personelnya secara langsung dengan alasan keamanan operasional.

ADVERTISEMENT

Tidak disebutkan secara jelas jumlah pesawat pengebom B-1 AS yang ditarik dari pangkalan Inggris. Namun laporan media menyebutkan ada "belasan" pesawat pengebom strategis B-1 AS yang mengalami pengerahan kembali.

Langkah ini menyusul insiden di dekat RAF Fairford, yang ada di Inggris bagian barat daya, pada Minggu (27/9/2026) pekan lalu. Kepolisian antiterorisme Inggris menangkap sedikitnya lima pria, yang semuanya berstatus warga negara Inggris, setelah aduan warga lokal soal sekelompok pria dengan beberapa mobil van yang melakukan aktivitas "mencurigakan".

Situasi itu yang memicu kekhawatiran itu sempat mengharuskan evakuasi para penghuni 85 rumah di dekat pangkalan udara tersebut. RAF Fairford yang menampung pasukan dan pesawat pengebom Amerika, diketahui sebelumnya pernah digunakan oleh AS untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Spekulasi soal motif di balik insiden itu berkisar dari ancaman teror hingga pencurian bahan bakar, saat harga energi di Inggris melonjak ke rekor tertinggi pekan ini.
Namun penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian tidak menemukan keberadaan bahan peledak di dalam mobil-mobil van mencurigakan tersebut, melainkan mendapati "sejumlah bensin".

Lima tersangka yang ditangkap itu, akhirnya dibebaskan dengan jaminan oleh otoritas Inggris, meskipun penyelidikan tetap berlanjut. Langkah London ini menuai kecaman dari Presiden AS Donald Trump, yang menegaskan dirinya tidak akan membebaskan para tersangka.

Baik Trump maupun Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio sama-sama mengindikasikan keterlibatan Iran dalam insiden tersebut. Indikasi serupa juga dilontarkan Perdana Menteri (PM) Inggris Andy Burnham dalam salah satu pernyataannya.

Namun Teheran membantah keras tuduhan-tuduhan itu, dengan Kedutaan Besar Iran di London "menolak secara tegas dan mengecam keras" spekulasi mengenai keterlibatan Iran dalam insiden di dekat pangkalan Inggris tersebut.

Baca selengkapnya di detikNews



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads