Sebanyak 11 gardu induk milik PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di Nagekeo. PLN memastikan seluruh gardu induk tersebut kini telah kembali beroperasi normal.
Pemulihan dilakukan PLN dengan mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan pascagempa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruh tim PLN bekerja tanpa henti di lapangan. Kami mengutamakan pemulihan fasilitas vital terlebih dahulu agar penanganan bencana dan layanan dasar kepada masyarakat dapat berjalan normal. Komitmen kami adalah menghadirkan kembali aliran listrik secepat dan seaman mungkin bagi seluruh masyarakat," tegas Eko melalui siaran pers, Minggu (16/8/2026).
Selain gardu induk, gempa juga berdampak pada jaringan distribusi. Dari total 3.478 gardu distribusi yang terdampak, sebanyak 3.059 gardu atau sekitar 88 persen telah kembali beroperasi. Pemulihan tersebut membuat pasokan listrik kembali tersalurkan kepada sekitar 467 ribu pelanggan.
Eko mengatakan personel PLN masih bekerja di lapangan untuk memulihkan seluruh sistem kelistrikan hingga kembali 100 persen. Tim juga melakukan penyisiran serta perbaikan jaringan distribusi yang terdampak longsoran dan patahan tiang.
Prioritaskan Fasilitas Vital RSUD Bajawa dan Bandara
PLN memprioritaskan pemulihan pasokan listrik untuk fasilitas-fasilitas vital, terutama fasilitas kesehatan dan transportasi. Keberhasilan pemulihan transmisi dan gardu induk menjadi salah satu kunci percepatan pasokan listrik ke fasilitas publik tersebut.
"Fasilitas transportasi seperti bandar udara serta fasilitas layanan kesehatan menjadi prioritas utama," katanya.
Salah satu fasilitas yang dipastikan kembali mendapat pasokan listrik andal adalah RSUD Bajawa. Pasokan listrik tersebut dibutuhkan untuk mendukung pelayanan medis dan penanganan korban gempa.
Menurut Eko, saat ini tim PLN masih terus melakukan penyisiran dan perbaikan pada jaringan distribusi yang terdampak longsoran maupun patahan tiang.
"PLN mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada serta turut mendoakan agar seluruh proses pemulihan berjalan lancar. Informasi resmi mengenai perkembangan kondisi kelistrikan dapat dipantau melalui aplikasi PLN Mobile dan Contact Center PLN 123." tukas dia.
Direktur RSUD Bajawa Heronimus Due mengapresiasi kesiapsiagaan PLN dalam menjaga pasokan listrik di rumah sakit. Menurutnya, keandalan listrik sangat penting untuk mendukung perawatan pasien dan tindakan medis darurat.
"Terima kasih untuk PLN. Sejak kejadian gempa hingga saat ini, kondisi kelistrikan rumah sakit tetap terkendali dan stabil. Keandalan listrik ini sangat krusial bagi pasien dengan perawatan intensif serta kelancaran rencana tindakan operasi darurat, baik untuk pasien gawat janin maupun penanganan korban patah tulang akibat gempa. Kami sangat terbantu," ujar Heronimus.
Apresiasi juga disampaikan sektor perhotelan. Manager Blue Ocean Hotel Lusiana Isabella Badik mengapresiasi gerak cepat petugas PLN dalam menangani gangguan kelistrikan setelah gempa.
"Terima kasih untuk semua petugas PLN atas kerja samanya. Tetap jaga keselamatan dan semangat untuk seluruh rekan-rekan petugas di lapangan," kata Lusiana.