detikBali

BPBD Catat Korban Gempa Nagekeo NTT Bertambah Jadi 13 Orang

Terpopuler Koleksi Pilihan

BPBD Catat Korban Gempa Nagekeo NTT Bertambah Jadi 13 Orang


Yurgo Purab - detikBali

Wisatawan asing mengemasi barang dari gedung Hotel Jayakarta usai gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo dengan kedalaman 10 km di 46 kilometer timur laut Labuan Bajo itu terjadi pada pukul  06.13 WITA setelah sebelumnya gempa berkekuatan M 7,7 juga terjadi di timur laut Mbay Nagekeo, NTT. ANTARA FOTO/Gecio Viana/sth/nz
Wisatawan asing mengemasi barang dari gedung Hotel Jayakarta usai gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (15/8/2026). (Foto: ANTARA FOTO/GECIO VIANA)
Flores Timur -

Jumlah korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus bertambah. Data Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT mencatat sebanyak 13 warga tewas akibat gempa dahsyat tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD NTT, Mahadin Sibarani, mengungkapkan belasan warga tewas itu teridentifikasi di empat kabupaten di NTT. Mulai dari Kabupaten Sikka, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Manggarai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tiga orang meninggal di Kabupaten Sikka, Manggarai Barat satu orang, Manggarai Timur tiga orang, dan Manggarai enam orang," tulis Mahadin, Sabtu (15/8/2026).

Selain korban tewas, terdapat pula belasan orang lainnya yang mengalami luka-luka. BPBD juga mencatat sejumlah kerusakan bangunan rumah, fasilitas publik, kampus, sekolah, hingga tempat ibadah di berbagai wilayah di NTT.

ADVERTISEMENT

BPBD NTT terus memantau perkembangan di lapangan. Termasuk mendata jumlah kerusakan maupun korban sembari terus berupaya melakukan penanganan darurat.

"Korban yang berada di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, telah dievakuasi sementara ke halaman rumah sakit sebagai upaya penanganan awal. Korban yang membutuhkan penanganan medis telah diberikan perawatan awal oleh tenaga kesehatan RSUD Aeramo," imbuh Mahadin.

Diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo, NTT, pagi ini. Hingga pukul 08.45 Wita, BMKG mencatat sebanyak 44 kali gempa susulan di wilayah NTT.

BMKG mencatat pergerakan sesar naik (thrust fault) menyebabkan guncangan kuat dan potensi tsunami. Gempa bumi dangkal ini bersumber dari aktivitas Sesar Busur Belakang Flores (Flores Back-Arc Thrust).

Pusat gempa tersebut berada di laut pada kedalaman 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, NTT. Getaran gempa terasa kuat di sejumlah wilayah NTT, NTB, hingga Sulawesi Selatan.



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads