Pelantikan sebanyak 52 kepala sekolah (kepsek) di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), tertunda. Penundaan terjadi lantaran Mataram masih kekurangan pengawas sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Mataram, Yusuf, mengatakan pengisian jabatan kepsek dan pengawas sekolah saling berkaitan erat, terutama dalam hal penataan dan mutasi jabatan.
"Kalau kami mau angkat kepala sekolah dahulu bisa, tetapi yang kami mau non-job kan ini tidak enak juga. (Jadi) pengawas dahulu dilantik, baru kepala sekolah," kata Yusuf, Selasa (11/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Yusuf, apabila kepsek lama diganti atau dipromosikan menjadi pengawas sebelum jabatan pengawas resmi diisi, dikhawatirkan mereka belum memiliki formasi jabatan yang jelas di sistem. Yusuf menilai hal ini akan berdampak fatal pada hak-hak administratif mereka.
"Kami khawatirnya itu mereka ini tidak bisa terbayar sertifikasinya. Nah itu masalahnya," jelas Yusuf.
Yusuf mengungkapkan jumlah pengawas idealnya adalah 1:10. Walhasil, Mataram yang mempunyai 200-an sekolah minimal mempunyai 22 pengawas.
Diketahui, Mataram baru memiliki enam pengawas sekolah yang masih aktif. Jumlah ini dinilai masih jauh dari kata ideal.
Sementara untuk melantik pengawas sekolah, Disdik Mataram terbentur regulasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang tak kunjung terbit. Regulasi tersebut dibutuhkan agar sistem informasi manajemen dapat terintegrasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk penerbitan pertimbangan teknis (pertek).
"Targetnya kami menunggu keluar peraturan Menteri Pendidikan ini. Kemarin dijanjikan Agustus akan keluar. Kalau nanti sudah keluar akan segera kita lantik (pengawas sekolah)," ungkap Yusuf.
Di sisi lain, Yusuf menegaskan persyaratan penunjukan puluhan calon kepsek di Mataram telah tuntas. Permen untuk penunjukan puluhan kepsek tersebut telah resmi diterima.
"Kalau kepsek-nya sudah tidak ada masalah. Peraturan menterinya bahkan sudah keluar. Kami juga sudah melatih calon kepala sekolah sebanyak 52 kemarin. Jadi sebenarnya sudah bisa diisi," jelas Yusuf.