Banjir rob menerjang kawasan pesisir Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, dan Desa Kuranji Dalang, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pagi tadi. Warga mengaku waswas lantaran banjir rob terjadi sejak empat hari terakhir.
"Ada satu perahu sampai patah tadi pagi," kata Haeriah, salah seorang warga Desa Taman Ayu, Selasa (11/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Haeriah, banjir rob sudah terjadi sejak Sabtu (8/8). Air laut bahkan meluber hingga 15 meter dari bibir pantai. Haeriah mengaku khawatir berada di dalam rumah, terutama saat malam hari.
"Kami nggak berani tidur kalau malam," ujarnya.
Warga lainnya, Suriyani, mengatakan banjir rob juga menggenangi sejumlah dapur rumah warga. Kondisi itu membuat beberapa warga tidak dapat memasak. Sejumlah warga bahkan memilih mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman.
"Masuk ke dapur airnya, ada beberapa warga sampai nggak bisa masak," tutur Suriyani.
Suriyani berharap pemerintah memberikan bantuan kepada warga terdampak, terutama kebutuhan bahan pokok. Ia juga mendesak pemerintah menyiapkan solusi jangka panjang lantaran banjir rob kerap terjadi di wilayah pesisir tersebut.
"Setiap tahun ini terjadi. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah," pungkas Suriyani.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat Ramdan Heriyanto mengaku sudah meninjau langsung kondisi banjir rob di Desa Taman Ayu dan Desa Kuranji Dalang. "Dampaknya hanya beberapa rumah tergenang air," kata Ramdan.
Ramdan mengatakan BPBD telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menangani dampak banjir rob, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk penanganan jangka pendek, BPBD masih menunggu pendataan warga yang terdampak dari masing-masing kepala dusun (kadus).
"Solusi jangka pendeknya kami masih menunggu data warga terdampak dari Kadus," ujar Ramdan.
(iws/iws)