detikBali

Pemkot Mataram Minta Para Ortu Tak Khawatir Anaknya Ikut Imunisasi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pemkot Mataram Minta Para Ortu Tak Khawatir Anaknya Ikut Imunisasi


Nathea Citra - detikBali

Imunisasi difteri dan tetanus menyasar siswa SD dan anak usia sekolah di Kabupaten Tabanan.
Ilustrasi imunisasi. (Foto: Dok. Dinkes Tabanan)
Mataram -

Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mengimbau para orang tua agar tidak khawatir terhadap program imunisasi untuk anak-anak sekolah. Seperti diketahui, pemerintah menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) untuk mencegah penyakit berbahaya seperti campak hingga kanker leher rahim.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, Emirald Isfihan, menyebut program pemberian vaksin tersebut bertujuan untuk melindungi kesehatan anak. Emirald meminta masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang menyebut vaksin berbahaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"BIAS ini sangat penting untuk memastikan kesehatan anak-anak kita. Saya berharap sekali, jangan ada resistensi, jangan ada hoaks yang mengatakan ini berbahaya, itu berbahaya," ujar Emirald saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).

Emirald khawatir penolakan terhadap imunisasi dapat memicu dampak domino bagi sistem kesehatan masyarakat. Menurutnya, hal itu juga bisa menghambat terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity.

ADVERTISEMENT

"Jangan ada penolakan. Kalau memang butuh sosialisasi lebih, nanti kami hadirkan ahlinya untuk mensosialisasikan lagi. Yakin saja terhadap program ini adalah program yang sangat baik untuk kesehatan dan masa depan anak-anak kita," ungkapnya.

Kabid P2P Dikes Kota Mataram, Dewi, menuturkan program BIAS kali ini menyasar para siswa dari 202 sekolah dasar (SD) di wilayah Mataram. Dewi mengatakan program kali ini mencakup imunisasi campak rubella (MR) dan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) guna mencegah kanker serviks.

"Pelaksanaan BIAS ini kami mulai di awal Agustus. Dalam setahun ada dua kali, yakni Agustus dan November. Agustus ini kita berikan imunisasi campak serta vaksin HPV," kata Dewi, Senin.

Dewi menjelaskan pemberian imunisasi campak diperuntukkan bagi seluruh murid kelas 1 SD atau anak usia sekitar 7 tahun. Sedangkan, vaksin HPV difokuskan untuk siswi perempuan kelas 5 SD dengan rentang usia 11 tahun.

"Target kami bukan hanya anak sekolah formal, tapi anak-anak yang putus sekolah usia 11 tahun juga tetap kami berikan vaksin HPV. Selain itu, bagi siswi kelas 6 dan kelas 9 SMP yang sebelumnya belum pernah mendapatkan HPV sama sekali, kami lakukan imunisasi," kata Dewi.

"Ke depannya memang ada kemungkinan anak laki-laki juga divaksin HPV. Namun, untuk saat ini kami masih menunggu juknis resmi dari pusat, sehingga fokus utama masih pada anak perempuan," imbuhnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Mataram, capaian imunisasi di Kota Mataram pada tahun 2025 sudah di atas 70 persen. Dewi merinci vasin DT (Difteri Tetanus) kelas 1 SD sebanyak 72 persen, TD kelas 2 SD sebanyak 73 persen, vaksin HPV siswi SD-SMP 79 persen.

Tahun ini, Dikes Mataram menargetkan MR kelas 1 SD untuk laki-laki sebanyak 4.117 anak sedangkan perempuan sebanyak 3.922 anak. "Target HPV anak perempuan kelas 5 sebesar 4.093 orang dan target HPV remaja perempuan usia SMP kelas 9 ialah 3.758 orang," pungkasnya.



(iws/iws)











Hide Ads
LIVE