Dinas Kesehatan (Dinkes) Karangasem telah melakukan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk puluhan ribu siswa dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Total ada 82.188 siswa di Karangasem dan 31.953 di antaranya telah menjalani CKG atau sekitar 38,87%.
Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, mengatakan tujuan CKG adalah mendeteksi atau mencari faktor risiko penyakit. Apabila ditemukan risiko penyakit setelah pengecekan, maka bisa lebih cepat dilakukan pengecekan dini.
"Bagi kami mencegah lebih baik daripada mengobati. Jika sudah tahu apa resikonya, maka lebih cepat dapat melakukan pencegahan," kata Pertama, Selasa (28/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama memerinci jumlah siswa masing-masing jenjang yang telah melakukan CKG. Siswa SD yang telah menjalani CKG sebanyak 19.326 dari total sasaran 42.004 atau 46,02%. Siswa SMP sebanyak 7.881 dari total sasaran 22.518 atau 35,01%. Terakhir, siswa SMA sebanyak 4.746 dari 17.660 sasaran atau 26,90%
"Dari hasil pengecekan, untuk siswa SD dominan permasalahan kesehatannya adalah aktivitas fisik kurang, untuk siswa SMP belum imunisasi HPV dan untuk siswa SMA/SMK permasalahan kesehatannya dominan tensi meningkat," ujar Pertama.
Pelaksanaan CKG, terang Pertama, dilakukan bersama dengan tim gabungan dari Dinas Kesehatan Karangasem dan petugas puskesmas di masing-masing kecamatan. Khusus untuk siswa SMA/SMK, Pertama berharap pemeriksaan CKG sudah tuntas sebelum 17 Agustus 2026.
Pertama berharap, selain guru di sekolah, para orang tua juga mendukung anaknya melakukan CKG. Harapannya, seluruh anak di Karangasem sehat dan bisa dilakukan pencegahan dini jika ditemukan penyakit.
"Kami harap pengecekan kesehatan bisa dilakukan secara rutin, minimal cek dini kesehatan dilakukan setahun sekali. Kalau pengecekan kesehatan telah dilakukan, maka dapat menekan penyakit variabel yang lainnya. Mengingat saat ini penyakit berat mulai bergeser ke usia muda," ucap Pertama.