detikBali
Lombok Barat

Dimutasi 4 Kali dalam 2 Bulan, Kepala Pasar Gunungsari Melawan

Terpopuler Koleksi Pilihan
Lombok Barat

Dimutasi 4 Kali dalam 2 Bulan, Kepala Pasar Gunungsari Melawan


M. Zahiruddin - detikBali

Para pedagang yang berjualan di Pasar Gunungsari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat.
Foto: Para pedagang yang berjualan di Pasar Gunungsari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat. (M Zahiruddin/detikBali)
Lombok Barat -

Kepala Pasar Gunungsari, Ahmad Taufiqqurrahman, menolak dimutasi setelah mengaku sudah empat kali berpindah jabatan dalam kurun dua bulan terakhir. Ia menilai kebijakan tersebut dilakukan tanpa mempertimbangkan kinerjanya.

Taufiqqurrahman mengatakan terakhir kali ia dilantik sebagai Kepala Pasar Gunungsari pada 25 Juni 2026. Namun, belakangan ia mengetahui namanya kembali dimutasi ke Kantor Kecamatan Batulayar berdasarkan Surat Keputusan (SK) tertanggal 1 Juli 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang membuatnya heran, SK tersebut baru disampaikan kepadanya pada 5 Agustus 2026 oleh pihak Kecamatan Batulayar.

"Saya bingung bagaimana kok hampir tiap minggu saya dipindah, setiap bulan saya dipindah-pindah. Dari kantor Kecamatan Gunungsari, dipindah ke kantor Dinas Perdagangan, lagi dipindah ke Pasar Gunungsari, dan kembali ditarik ke kantor Kecamatan Batulayar," katanya, Jumat (7/8/2026).

ADVERTISEMENT

Taufiq mengaku keberatan dengan kebijakan tersebut. Menurutnya, mutasi dilakukan secara sewenang-wenang tanpa melihat hasil kerja yang telah dicapai.

"Saya tidak terima pemindahan saya ini, kenapa sewenang-wenang. Kenapa tidak melihat kinerja," katanya.

Taufiq mengeklaim selama memimpin Pasar Gunungsari, capaian retribusi pasar meningkat dibanding sebelumnya. Jika sebelumnya setoran harian berkisar Rp 900 ribu hingga Rp 1 juta, kini mampu mencapai Rp 1,2 juta sampai Rp 1,4 juta per hari.

Ia menyebut target retribusi sebesar Rp 36 juta lebih pada Juli 2026 juga berhasil dipenuhi. "Target sudah kami capai sesuai target atas perintah kepala dinas kami," tegasnya.

Tak hanya itu, Taufiq juga mengeklaim berhasil menata kondisi pasar, termasuk mengurangi tumpukan sampah yang sebelumnya menggunung. "Sampah sudah saya bersihkan, saya ajak semua bergotong royong sehingga yang awalnya menggunung kini sudah berkurang," ujarnya.

Oleh karena itu, Taufiq menolak pindah dari Pasar Gunungsari meski surat mutasinya sudah diterbitkan. Ia mengaku lelah karena dipindah tanpa kejelasan. "Saya tidak mau pindah, masak saya dioper ke sana ke mari," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Lombok Barat, Mohammad Adnan, mengatakan pihaknya tidak pernah mengusulkan mutasi Taufiqqurrahman. Menurutnya, perpindahan tersebut merupakan kewenangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

"Dia dimutasi dari BKDPSDM, saya tidak tahu kenapa tiba-tiba dipindahin. Kami nggak ada mengusulkan," ujarnya.

Adnan mengakui kinerja Taufiqqurrahman selama memimpin Pasar Gunungsari cukup baik. Berdasarkan hasil evaluasi dinas, pendapatan retribusi pasar meningkat sejak Taufiq menjabat.

"Kerjanya ini bagus, setoran pasar melampaui target karena ada dia. Masak kami mau pindah orang yang kerjanya bagus," pungkasnya.



(hsa/nor)









Hide Ads