Sebanyak 3.000 ton sampah mengendap di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sandubaya, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ribuan sampah itu mengendap lantaran armada pengangkut beroperasi terbatas karena harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamina Dex naik.
"Kenaikan BBM kemarin jadi kendala. Kenaikan Dex itu bertambah signifikan sehingga ritase kita berkurang," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mataram, Nizar Denny Cahyadi, Selasa (4/8/2026).
Menurut Nizar, jumlah ritase pengangkutan yang terbatas membuat armada pengangkut sampah tak bisa leluasa membuang muatan sampah langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok.
DLH Mataram kini mengambil langkah darurat dengan membakar sisa sampah di TPS Sandubaya menggunakan insinerator. Hal itu dilakukan guna mengatasi sampah yang kian menggunung.
"Kami jadi ndak bisa buang lagi ke TPA Kebon Kongok untuk membuang sampah yang ada di situ (TPS Sandubaya). Jadi kita bakar saja dahulu di insinerator kita, yang ada disitu," jelas Nizar.
Diberitakan sebelumnya, PT Pertamina kembali menaikkan harga produk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Dilansir dari detikFinance, kenaikan harga berlaku sejak Mei 2026.
Berdasarkan laman mypertamina.id, harga Pertamax Turbo di Jakarta dibanderol sebesar Rp 19.900 per liter. Angka ini tercatat naik Rp 500 per liter dari sebelumnya Rp 19.400 per liter.
Kemudian, harga Dexlite kini dijual sebesar Rp 26 ribu per liter, melonjak Rp 2.400 per liter dari sebelumnya Rp 23.600 per liter. Begitu pula dengan Pertamina Dex yang kini harganya sebesar Rp 27.900 per liter, naik Rp 4.000 per liter dari sebelumnya Rp 23.900 per liter.
Simak Video "Video: 'Revolusi Pengelolaan Sampah' ala Walkot Solo Respati Ardi"
(hsa/hsa)