detikBali

Laka Lena Bahas Penyelesaian Konflik Berdarah di Adonara NTT

Terpopuler Koleksi Pilihan

Laka Lena Bahas Penyelesaian Konflik Berdarah di Adonara NTT


Simon Selly - detikBali

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Forkopimda  terkait penyelesaian konflik berdarah di Adonara Timur, Flores Timur, NTT. (Foto: Dok. Pemprov NTT)
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Forkopimda  terkait penyelesaian konflik berdarah di Adonara Timur, Flores Timur, NTT. (Foto: Dok. Pemprov NTT)
Kupang -

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTT dan pimpinan perangkat daerah terkait. Rapat tersebut membahas penyelesaian konflik antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak, dengan warga Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT.

"Kejadian yang terjadi di Adonara ini mesti kita cari cara untuk segera diselesaikan. Kita mesti cari akar persoalannya agar kejadian seperti ini tidak terulang di kemudian hari," ujar Laka Lena di Ruang Rapat Gubernur NTT, Senin (3/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konflik horizontal berdarah di Adonara Timur tersebut dinilai telah menimbulkan dampak besar. Pemprov NTT mencatat sebanyak tiga orang meninggal dunia, 17 orang mengalami luka-luka, dan 68 unit rumah terbakar akibat bentrokan yang terjadi sejak 6 Maret 2026.

Laka Lena mengajak seluruh masyarakat, khususnya kedua belah pihak yang bertikai, untuk menahan diri. Ia meminta warga agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun tindakan yang berpotensi memperkeruh keadaan.

ADVERTISEMENT

Pemprov NTT, dia berujar, akan mengawal seluruh proses penyelesaian hingga tercapai kesepakatan damai yang dapat diterima semua pihak. Laka Lena menjelaskan rapat koordinasi ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor agar demi memastikan penanganan konflik berjalan terukur, komprehensif, dan berorientasi pada rekonsiliasi.

"Tujuannya agar masyarakat Adonara dapat kembali hidup dalam suasana aman, damai, dan harmonis," tegas Laka Lena.

Konflik antarawarga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak yang dipicu saling klaim kepemilikan tanah adat sudah berlangsung sejak lama. Kasus tersebut bahkan sudah sempat dimediasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur beberapa waktu lalu.

Pada 9 Mei lalu, belasan rumah ludes dibakar dan tujuh warga terkena peluru hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Warga kedua desa kemudian menyerahkan ratusan senjata api kepada Polres Flores Timur pada awal Juli lalu.

Meski begitu, konflik kedua desa ternyata belum kunjung berakhir. Kedua desa kembali terlibat bentrok pada 18 Juli lalu. Tiga orang dilaporkan tewas dalam bentrokan terbaru tersebut.



(iws/iws)











Hide Ads