detikBali

Rekrutmen Guru Berpotensi Dikembalikan ke Pemerintah Pusat

Terpopuler Koleksi Pilihan

Rekrutmen Guru Berpotensi Dikembalikan ke Pemerintah Pusat


Nikita Rosa - detikBali

Ilustrasi guru di Bali (Chat GPT)
Foto: Ilustrasi guru di Bali (Chat GPT)
Denpasar -

Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji kemungkinan mengembalikan kewenangan rekrutmen dan pengangkatan guru kepada pemerintah pusat. Kebijakan tersebut dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya membenahi sistem pendidikan nasional.

"Ya atau mereka harus lulus ujian kompetensi. Baru bisa ditetapkan," jawabnya saat ditanya mengenai kemungkinan pengembalian rekrutmen guru ke pemerintah pusat dalam video Presiden Prabowo Menjawab: Ketegasan, Kebijakan, Tantangan, dan Masa Depan Indonesia yang diunggah dalam YouTube Prabowo Subianto, Jumat (18/9/2026) dilansir detikEdu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Prabowo, perbaikan pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk pada proses rekrutmen tenaga pendidik. Ia mempertanyakan objektivitas proses perekrutan guru apabila kewenangan tersebut sepenuhnya berada di tingkat pemerintah daerah.

"Kalau diserahkan kepada pemerintah kabupaten, pemerintah (provinsi) gubernur, rekrutmen guru apakah kita yakini kualitasnya itu? Kita harus bicara realita. Apakah bupati itu objektif atau dia angkat saudara-saudara dia jadi guru? Tim sukses dia? Dan sebagainya. Ini yang jadi dilema bagi kita," ujar Prabowo.

ADVERTISEMENT

Minta Buat Digitalisasi Kelas

Untuk mengatasi ketimpangan kualitas guru, Prabowo mengatakan pemerintah dapat menjalankan kursus, penataran, dan peningkatan kemampuan guru. Ia juga menekankan digitalisasi kelas sebagai salah satu langkah.

"Karena itulah saya mau lompat. Ini kesulitan, makanya saya taruh digitalisasi kelas-kelas itu semua, supaya nanti guru-guru yang kurang mampu bisa juga belajar dari situ. Dan anak-anak yang kurang mampu, tertarik belajar dari situ," kata Prabowo.

Namun, Prabowo menilai digitalisasi tidak bisa menggantikan peran guru karena pembenahan mendasar pendidikan tetap membutuhkan rekrutmen dan pendidikan guru yang berkualitas.

Rencana Crash Program

Pemerintah saat ini memiliki rencana untuk membuat crash program bagi lulusan perguruan tinggi terbaik untuk membantu mengajar di sekolah yang paling tertinggal.

"Salah satu langkah yang sedang saya pikirkan untuk mengatasi masalah ini adalah crash program, mungkin saya akan rekrut sarjana-sarjana dari semua fakultas yang terbaik untuk menjadi guru-guru. Katakanlah guru-guru darurat yang kita terjunkan ke sekolah," kata Prabowo.

Selain itu, Prabowo akan melibatkan aparatur sipil negara (ASN) yang telah bekerja untuk menjalani penugasan selama dua atau tiga minggu di sekolah sesuai kebutuhan daerah.

Baca selengkapnya di detikEdu



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads