Sembilan kelurahan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilanda kekeringan hingga mengalami krisis air akibat cuaca ekstrem. Warga yang terdampak kini mengandalkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
"Kekeringan dan krisis air bersih melanda sembilan kelurahan. Itu sesuai data terakhir bulan Juli yang dihimpun," ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima, Faruk, saat dikonfirmasi detikBali, Senin (3/8/2026).
Sembilan kelurahan yang mengalami krisis air tersebar di empat kecamatan, yakni Kelurahan Paruga, Kelurahan Tanjung, dan Kelurahan Pane di Kecamatan Rasanae Barat; Kelurahan Sambinae, Kelurahan Panggi, Kelurahan Manggemaci, dan Kelurahan Monggonao di Kecamatan Mpunda; Kelurahan Rontu di Kecamatan Raba; serta Kelurahan Melayu di Kecamatan Asakota.
"Sementara total yang terdampak kekeringan dan krisis air bersih ada sebanyak 1.129 kepala keluarga (KK) atau 3.677 jiwa," terang Faruk.
Ribuan warga yang terdampak kekeringan ekstrem itu kini hanya mengandalkan air dari bantuan. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, BPBD Kota Bima sudah menyalurkan sebanyak 509.200 liter air bersih.
"BPBD mencatat perkiraan kerugian akibat kekeringan dari Januari hingga Desember 2026 mencapai Rp 25,3 miliar," terang Faruk.
Simak Video "Video: Krisis Air Sukabumi, Ratusan Warga Bertahan di 'Kobakan'"
(iws/iws)