GS (21) berlari keluar dari kamar dengan tubuh terbakar sambil meminta pertolongan. Sopir truk asal Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, itu diduga dibakar hidup-hidup oleh bosnya sendiri setelah keduanya cekcok soal uang setoran.
Peristiwa tersebut terjadi di rumah korban, tadi siang. GS mengalami luka bakar serius hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi. Ia mengatakan korban telah dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Benar, korbannya sudah dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah dengan kondisi luka bakar serius," kata Santika, Jumat (18/9/2026).
"Pelaku juga sudah diamankan, pelaku merupakan bos korban," tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat terduga pelaku yang merupakan bos korban datang ke rumah GS. Pelaku datang untuk menanyakan uang setoran truk yang belum diserahkan selama beberapa hari.
Pelaku kemudian masuk ke kamar korban dan mendapati GS sedang beristirahat. Saat itu, korban disebut sedang sakit selama dua hari sehingga tidak dapat bekerja.
Keduanya kemudian terlibat cekcok terkait persoalan setoran. Korban disebut hanya mampu menyerahkan sebagian uang dari jumlah yang seharusnya disetorkan.
Pelaku diduga emosional setelah menerima uang setoran yang jumlahnya tidak sesuai. Uang tersebut kemudian dilempar ke lantai.
Tak lama berselang, pelaku diduga menyiramkan Pertalite yang sebelumnya telah dibawa. GS kemudian diduga dibakar hidup-hidup.
Api tidak hanya mengenai tubuh korban, tetapi juga membakar bagian kamar berukuran sekitar 3x4 meter yang ditempati GS.
GS kemudian berlari keluar kamar dalam kondisi tubuh terbakar untuk meminta pertolongan. Seorang warga yang melihat kejadian tersebut kemudian berteriak meminta bantuan.
Api akhirnya berhasil dipadamkan dari tubuh korban. GS kemudian dibawa ke Puskesmas Selat.
Karena mengalami luka bakar cukup parah, GS kemudian dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar.