Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), merawat 11 penderita human immunodeficiency virus (HIV) sejak awal Januari-Juni 2026. Dari jumlah tersebut, delapan di antaranya merupakan penyuka sesama jenis (homoseksual atau gay) dan tiga lainnya adalah perempuan dewasa.
"Sampai 11 Juni 2026 ada 11 orang, delapan laki-laki dan tiga perempuan. Kalau didalami yang laki-laki ini adalah homoseksual atau gay," kata Direktur RSUD Dompu, dr Fitratul Ramadhan, kepada detikBali, Senin (3/8/2026).
Fitratul menjelaskan para pasien tersebut pertama kali diketahui mengidap HIV setelah mereka meminta rawat inap di rumah sakit. Menurutnya, para pasien itu semula datang dengan keluhan penyakit tuberkulosis (TBC).
Singkat cerita, para pasien tersebut dirawat di rumah sakit. Saat itulah petugas medis akhirnya mengetahui bahwa mereka telah lama mengidap HIV yang mengganggu imunitas tubuh tersebut.
"Ini kami ketahui setelah dirawat. Biasanya mereka masuk rumah sakit itu karena menderita penyakit-penyakit TBC, setelah dirawat barulah kami ketahui mereka idap HIV," jelasnya.
Sejauh ini, Fitratul berujar, belum ada anak di bawah umur yang mengidap HIV dan dirawat di RSUD Dompu. Meski begitu, dia menyebut tidak menutup kemungkinan bahwa masih banyak pengidap yang tidak berani mengungkapkan penyakitnya.
"Sampai saat ini tidak ada yang dari kalangan pelajar maupun anak di bawah umur. Masih banyak lagi yang belum kita ketahui," pungkasnya.
Simak Video "Video: Viral Pelajar Terpapar HIV di Sidoarjo Capai 522 Orang, Dinkes Buka Suara "
(iws/iws)