Dubes Australia Puji Masyarakat NTT Tangguh Hadapi Banyak Bencana

Simon Selly - detikBali
Jumat, 31 Jul 2026 15:31 WIB
Foto: Pertemuan antara Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena (kanan) dengan Dubes Roderick Brazier, di Pusdalops PB BPBD Provinsi NTT, Jumat (31/7/2026). (Simon Selly/detikBali)
Kupang -

Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, menilai masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) punya ketangguhan dalam menghadapi berbagai bencana alam yang terjadi. Mulai dari siklon tropis Seroja hingga erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Menurut Brazier, selain dua bencana itu, NTT juga banyak menghadapi tantangan besar berupa bencana-bencana lainnya.

"Australia bangga menjadi mitra Indonesia dalam memperkuat ketangguhan terhadap bencana. Melalui program SIAP SIAGA, kami mendukung pemerintah, masyarakat, dan berbagai lembaga untuk membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih siap, inklusif, dan mampu melindungi masyarakat yang paling rentan," jelas Brazier dalam kunjungannya ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi NTT di Kota Kupang, ditemani Gubernur NTT Melkiades Laka Lena, Jumat (31/7/2026).

Brazier mengatakan kunjungannya ke Pusdalops BPBD Provinsi NTT merupakan kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai inovasi yang telah dikembangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT bersama para mitra.

"Selain itu, kunjungan ini juga menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi Australia-Indonesia dalam pengelolaan risiko bencana," tandas dia.

Menurut Laka Lena, kunjungan Brazier menjadi momentum strategis untuk memperkuat kemitraan Indonesia-Australia dalam meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana melalui Program SIAP SIAGA, sekaligus meninjau perkembangan penguatan sistem Pusdalops.

"Terima kasih atas komitmen Pemerintah Australia yang selama ini terus mendampingi NTT melalui program SIAP SIAGA," ujar Laka Lena.

Dukungan tersebut, dia melanjutkan, telah memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kapasitas kelembagaan BPBD, pengembangan sistem informasi kebencanaan, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, hingga penguatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.

Ia juga menyoroti keberhasilan implementasi Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) yang dikembangkan bersama Kementerian Dalam Negeri, BNPB, pemerintah daerah, dan program SIAP SIAGA.



Simak Video "Video: BNPB Imbau Warga Sulut dan Halmahera Barat Waspadai Gempa Susulan"


(hsa/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork