Ratusan warga Kampung Rareng dan Mbehal terlibat bentrok terkait sengketa lahan di Lengkong Warang, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dua mobil pikap dan tiga sepeda motor dibakar. Tak hanya itu, massa juga merobohkan sejumlah pondok di lokasi.
Lokasi lahan sengketa itu tak jauh dari Kota Labuan Bajo, sekitar 30 menit perjalanan darat. detikBali mendatangi lahan sengketa itu pada Kamis (30/7/2026) pagi. Lokasinya berada di sisi kiri dan kanan Jalan Pantai Utara (Pantura) Flores.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan di lokasi, kendaraan yang dibakar massa masih terlihat di lahan sengketa tersebut pagi ini. Belasan aparat Polres Manggarai Barat bersenjata laras panjang menjaga ketat lokasi sengketa.
"Kami melakukan patroli di lokasi sengketa mencegah terjadinya aksi-aksi lanjuta. Tujuan kami untuk melakukan pengamanan untuk mengamankan situasi agar kondusif," kata Kasat Samapta Polres Manggarai Barat Iptu Yefri Sefrudin Apmalo di lokasi kejadian.
Luas lahan sengketa yang telah rata itu diperkirakan mencapai puluhan hektare. Kawasan tersebut diproyeksikan untuk pengembangan pariwisata Labuan Bajo.
Di sisi lain, Kampung Mbehal dan Rareng sebenarnya berada jauh dari lahan sengketa tersebut. Kedua kampung juga terpisah jarak puluhan kilometer. Hanya saja, akses jalan antara dua kampung itu melewati lahan sengketa.
Tak ada rumah penduduk di lahan sengketa itu. Hanya beberapa pondok jaga lahan yang sudah dirobohkan dalam bentrokan kemarin. Hingga kini, lahan itu belum dimanfaatkan dan sebagian masih berupa hutan.
Sengketa Lahan Berujung Bentrokan
Sebelumnya, warga Kampung Rareng dan Mbehal bentrok akibat sengketa lahan di Lengkong Warang, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat, NTT, pada Rabu (29/7). Tidak ada korban jiwa dalam bentrokan tersebut.
Massa dari kedua kampung awalnya berkumpul di lahan yang menjadi objek sengketa. Adu mulut berujung kontak fisik tak terhindarkan. Massa juga kendaraan dan merusak sejumlah pondok di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
"Begitu menerima panggilan darurat dari masyarakat, kami langsung mengerahkan personel gabungan ke Lengkong Warang untuk melakukan penyekatan dan pemisahan massa," kata Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang.
Tim Satuan Reskrim Polres Manggarai Barat telah memasang garis polisi, melakukan olah TKP awal, dan mengamankan barang bukti. Polisi juga menginventarisasi kerugian material maupun korban dalam insiden tersebut.
(iws/iws)