Lovina Festival 2026 resmi ditutup setelah berlangsung dari 24-28 Juli 2026. Festival yang mengusung tema Theatre of Dolphins itu menyedot sekitar 30 ribu pengunjung dan mencatatkan transaksi mencapai Rp 746,7 juta selama lima hari pelaksanaannya.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan Lovina Festival bukan sekadar agenda hiburan. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ajang promosi bagi pariwisata Bali utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Festival ini menunjukkan bahwa Buleleng memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai destinasi wisata unggulan yang mengedepankan kekayaan budaya dan keindahan alam. Inilah wajah Bali Utara yang ingin kita perkenalkan kepada dunia," kata Sutjidra saat penutupan Festival Lovina di kawasan Pantai Binaria, Lovina, Selasa (28/7/2026) malam.
Menurutnya, selama lima hari pelaksanaan, berbagai atraksi seni budaya, pertunjukan musik, pameran UMKM, hingga aktivitas wisata mampu menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sutjidra juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival. Ia berharap Lovina Festival terus berkembang menjadi ikon pariwisata Bali utara yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
"Semangat kebersamaan yang terbangun selama festival diharapkan menjadi energi baru untuk terus memajukan pariwisata, melestarikan budaya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Buleleng secara berkelanjutan," ujar Sutjidra.
Sementara itu, Ketua Panitia Lovina Festival 2026 Putu Ayu Reika Nurhaeni menjelaskan kegiatan tersebut melibatkan 250 pelaku seni, 44 komunitas, 82 stan UMKM, serta didukung 30 mitra dan sponsor. Selama penyelenggaraannya, dia berujar, festival itu dikunjungi sekitar 30 ribu orang.
"Nilai transaksi di 82 booth UMKM selama festival berlangsung mencapai Rp 746.788.000," ujar Reika.
Penyelenggaraan Lovina Festival tahun ini dibagi ke dalam dua segmentasi panggung. Panggung Tasik Madu pada 24-26 Juli difokuskan untuk wisatawan mancanegara, sedangkan Panggung Binaria pada 26-28 Juli menyasar wisatawan domestik.
Reika mengeklaim konsep tersebut mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan di kawasan Lovina. Menurutnya, festival ini juga menggerakkan sektor perhotelan, restoran, transportasi, UMKM, hingga pelaku ekonomi kreatif di kawasan tersebut.
Pemkab Buleleng juga mulai menerapkan pendekatan baru dalam mengukur dampak ekonomi festival dengan mengelompokkan data wisatawan berdasarkan kategori industri pariwisata dan UMKM lokal. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pengembangan pariwisata yang lebih terarah dan terukur agar manfaat penyelenggaraan festival dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.