detikBali

Adu Cepat 1.230 Perahu Layar Mini di Lovina Festival, Peserta Membeludak

Terpopuler Koleksi Pilihan

Adu Cepat 1.230 Perahu Layar Mini di Lovina Festival, Peserta Membeludak


Made Wijaya Kusuma - detikBali

Sebanyak 1.230 peserta mengikuti ajang lomba perahu layar mini serangkaian Lovina Festival 2026, Minggu (26/7/2026). (Foto: Made Wijaya Kusuma/detikBali)
Sebanyak 1.230 peserta mengikuti ajang lomba perahu layar mini serangkaian Lovina Festival 2026, Minggu (26/7/2026). (Foto: Made Wijaya Kusuma/detikBali)
Buleleng -

Ribuan perahu mungil warna-warni menghiasi perairan Pantai Lovina, Buleleng, Bali. Lomba perahu layar mini itu merupakan salah satu rangkaian Lovina Festival 2026.

Tercatat sebanyak 1.230 peserta mengikuti ajang lomba perahu layar tersebut. Angka itu melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan lomba serupa saat HUT Kota Singaraja beberapa waktu lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengungkapkan tingginya animo peserta menunjukkan lomba perahu layar mini semakin diminati. Tak hanya warga Buleleng, peserta juga datang dari Jembrana hingga Banyuwangi, Jawa Timur.

"Pesertanya luar biasa, mencapai 1.230 orang. Saat HUT Kota Singaraja hanya sekitar 600 peserta, sekarang hampir dua kali lipat. Banyak juga yang datang dari Jembrana dan Banyuwangi," kata Sutjidra di Pantai Lovina, Minggu (26/7/2026).

ADVERTISEMENT

Bagi para peserta, perlombaan ini bukan sekadar mengejar gelar juara. Mereka dituntut adu strategi menaklukkan arah angin yang berubah-ubah agar perahu bisa berlayar.

"Ke depan ini menjadi atraksi rutin di Lovina Festival. Tahun depan akan digelar lagi memperebutkan Piala Bupati Buleleng," imbuh Sutjidra.

Salah seorang peserta, I Putu Suartama, mengaku datang jauh-jauh dari Gilimanuk, Jembrana. Suartama mengikuti lomba perahu layar mini itu bersama tim Jagal Demit. Ia berharap bisa kembali menjadi juara pertama sebagaimana pada ajang sebelumnya.

"Semoga hoki dapat juara lagi," ujar Suartama.

Suartama mengakui jalan menuju juara tidak mudah. Menurutnya, angin yang sulit diprediksi menjadi tantangan utama. Belum lagi jumlah peserta yang membeludak membuat persaingan semakin sengit.

"Anginnya tidak menentu, pesertanya juga banyak sekali. Tapi seru, persaingannya ketat," imbuhnya.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Endi. Pria asal Lovina itu menuturkan sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari. Mereka bahkan menurunkan sekitar 80 perahu dalam ajang tersebut.

Meski cuaca menjadi faktor yang sulit ditaklukkan, Endi mengaku selalu menikmati atmosfer perlombaan yang digelar setiap Lovina Festival itu. "Persiapan sudah dari awal. Modal bikin satu perahu sekitar Rp 1 juta," ungkap Endi.



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads