Lahan bekas SDN 19 Mataram di Jalan Abdul Kadir Munsyi, Kelurahan Punia, Kota Mataram, akan dimanfaatkan untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat. Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram berencana mengubah lokasi tersebut menjadi gedung baru Puskesmas Mataram.
"Kami akan siap untuk mengisi SDN 19 (jadi puskesmas baru) yang memang akan segera diberikan kepada Dinkes. Nantinya, pemanfaatannya untuk menjadi Puskesmas Mataram," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, Emirald Isfihan, Senin (27/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum pembangunan gedung puskesmas baru dilakukan, bangunan eks SDN 19 Mataram akan digunakan sementara sebagai lokasi pelayanan Puskesmas Pembantu (Pustu) Monjok. Langkah ini diambil karena gedung Pustu Monjok dijadwalkan akan segera direhabilitasi pada Agustus mendatang.
"Nanti Pustu Monjok akan direhab di bulan Agustus ini, berarti layanannya tidak ada di tempat, jadi kami alihkan ke lokasi SDN 19 untuk sementara. Nanti pada 2027, Insyaallah akan dilakukan rehab gedung tersebut untuk menjadi Puskesmas Mataram," ungkapnya.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menganggarkan Rp 3,2 miliar untuk rehabilitasi Puskesmas Pagesangan dan Pustu Monjok. Revitalisasi dilakukan karena kondisi fasilitas kesehatan (faskes) tersebut kian memprihatinkan.
Anggaran Rp 3,2 miliar tersebut bersumber dari APBD Mataram 2026. Rinciannya, Rp 2,2 miliar untuk Puskesmas Pagesangan dan Rp 1,1 miliar untuk Pustu Monjok.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, Lalu Alwan Basri mengatakan rencana pemindahan Puskesmas Mataram ke SDN 19 Mataram telah direncanakan sejak lama. Pemindahan ini dilakukan karena tingginya tingkat kunjungan setiap harinya.
Menurut Alwan, rencana pemindahan Puskesmas Mataram ini ditargetkan terealisasi pada 2027 mendatang. Mengingat rencana ini sudah masuk ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).