Kebakaran savana sel seluas 1.956 hektare (Ha) di Taman Nasional (TN) Tambora, Nusa Tenggara Barat (NTB), rupanya dipicu oleh ulah pemburu liar yang beraktivitas ilegal di kawasan itu. Kebakaran savana itu terjadi pada 9 Juli 2026.
Balai Taman Nasional (BTN) Tambora telah mengidentifikasi terduga pelaku yang menyebabkan kebakaran savana selama 11 hari itu. BTN Tambora tengah memantau aktivitas para pemburu.
"Dugaan penyebab itu adanya aktivitas yang diduga dilakukan oleh pemburu rusa di sekitar awal kebakaran. 100% kebakaran itu murni karena ulah manusia," ungkap Kepala BTN Tambora, Abdul Aziz Bakri, kepada detikBali, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Abdul Aziz, aktivitas para pemburu rusa dan madu alam itu menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran. Selain itu, BTN Tambora juga menduga ada aktivitas yang dilakukan para pemandu wisata (guide).
Abdul Aziz menyayangkan perilaku para pemburu itu. Padahal, tidak pernah terjadi kebakaran savana TN Tambora pada periode 2024 hingga 2025.
"Kebakaran terakhir terjadi pada tahun 2023, dua tahun tidak pernah terjadi. Namun, tahun 2026 terjadi dan banyak tumbuhan yang mati sehingga menjadi bahan yang mudah terbakar," tutur Abdul Aziz.
Abdul Aziz mengatakan kondisi Savana dengan rerumputan kering juga menjadi penyebab api cepat menyebar dan sulit dipadamkan. Ditambah lagi dengan peralatan pemadaman api yang digunakan sangat tidak memadai.
Simak Video "Menikmati Makan Malam Seafood Romantis di Penginapan Lombok "
(iws/iws)