detikBali

Iqbal Akan Evaluasi KONI Buntut Porprov NTB Diwarnai Keributan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Iqbal Akan Evaluasi KONI Buntut Porprov NTB Diwarnai Keributan


Ahmad Viqi - detikBali

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat ditemui di GOR Turida Mataram usai penurunan Porprov NTB 2026, Sabtu (25/7/2026). (Foto: Ahmad Viqi/detikBali).
Foto: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat ditemui di GOR Turida Mataram usai penurunan Porprov NTB 2026, Sabtu (25/7/2026). (Ahmad Viqi/detikBali)
Mataram -

Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026 rersmi ditutup. Kota Mataram berhasil menyabet juara umum dengan menorehkan 200 medali emas. Namun, maraknya keributan di beberapa cabang olahraga (cabor) memantik respons tegas dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, bakal memanggil jajaran pengurus KONI NTB untuk dilakukan evaluasi imbas keributan di beberapa pertandingan cabor selama Porprov NTB bergulir sejak 16 Juli 2026 kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya besok, Selasa kita akan lakukan evaluasi. Bahwa ada kekurangan dalam penyelenggaraan di sana-sini, itu tanggung jawab kita bersama. Ini menjadi bahan perbaikan agar penyelenggaraan PON 2028 bisa sebaik mungkin," tegas Iqbal seusai menutup secara resmi Porprov XII NTB 2026 di GOR Turida Mataram, Sabtu (25/7/2026).

Iqbal mengatakan evaluasi ini diambil guna membongkar akar masalah di balik carut-marut penyelenggaraan ajang empat tahunan tersebut. Evaluasi juga bakal dilakukan untuk mencegah kekacauan serupa terulang saat NTB menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.

ADVERTISEMENT

Iqbal tak menampik, sederet dinamika negatif di lapangan menjadi alarm keras bagi kesiapan NTB di ajang PON. Menurut dia, ajang Porprov seharusnya menjadi ajang simulasi vital untuk menguji kapasitas NTB sebagai tuan rumah event nasional sekelas PON bersama Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Tapi, Insyaallah kita bisa menjadi penyelenggara yang terbaik. Kita harus mempersiapkan diri, baik fisik, infrastruktur, kualitas penyelenggaraan, maupun atlet-atletnya," lanjut Iqbal.

Tak hanya evaluasi teknis dan mentalitas pertandingan, infrastruktur pendukung pun ikut disorot. Iqbal mengungkapkan bahwa mayoritas fasilitas olahraga yang ada termasuk GOR Turida Mataram saat ini belum memenuhi standar layak untuk ajang nasional.

"Jadi gini, pusat sudah berkomitmen memberikan bantuan renovasi," ujarnya.

Iqbal juga memastikan Pengurus Besar (PB) yang mengurus PON NTB 2028 akan segera dibentuk dalam waktu dekat. "Segera ya kita bentuk dalam waktu dekat, pasti dalam sebulan dua bulan ini pasti akan harus kita siapkan," ujarnya

Meski begitu, mantan Dubes Indonesia untuk Turki itu meyakini NTB bisa menjadi penyelenggara PON terbaik tahun 2028. "Jadi baik buruk ini adalah hasil kerja kita bersama. Dan sudah saatnya untuk kita belajar melengkapi kekurangan. Kami ingatkan pengurus koni pusat kabupaten kota fokus persiapan PON 2028," tegas Iqbal.

Terpisah, Ketua KONI NTB Mori Hanafi mencoba mendinginkan suasana terkait banyaknya keributan pertandingan yang sempat viral di media sosial pada ajang Porprov 2026 ini.

Dia menilai publik tidak bisa memukul rata bahwa ajang ini gagal total hanya karena beberapa insiden kericuhan. Dia mengeklaim dari lebih dari 6.000 pertandingan yang digelar, gejolak serius hanya terjadi di tiga sampai empat laga cabang olahraga silat, drum band, voli pantai, dan BMX.

"Dari 6.000 lebih pertandingan, yang bermasalah hanya tiga cabor bermasalah. Masa gara-gara tiga pertandingan kita bilang semuanya rusak? Itu tidak fair," tangkis Mori.

Mori menyesalkan dari 6.000 lebih pertandingan selama Porprov NTB bergulir ini seolah-olah gagal karena keributan di tiga cabor BMX, drum band, voli dan ditambah lagi aksi lempar kursi pada pertandingan cabor silat yang menuai kritik keras dari netizen.

"Pengurus cabor silat itu sudah mengakui kealpaan mereka, kemudian di BMX itu kan senggolan antara rangking 4 dan 5 itu ribut. Jadi masak 6.000 pertandingan yang ribut 3 kita dibilang gagal. Itu kan 0,0 sekian," bantah Mori.

Meski demikian, Mori tak menampik, adanya kelemahan di sektor pelayanan dasar atlet terkait mobilitas atlet antar-venue.

"Selama ini tidak ada kelemahan di medis, di pertandingan, itu di transportasi sempat masalah tapi terurai. Jangan sampai ini dimainkan. Jadi kita tidak bisa terima framing ini," tandas Mori.

Ketua KONI NTB Tuding Ada yang Mau Dongkel Jabatan

Ketua Komite Olahraga Nasional (KONI) NTB, Mori Hanafi, menuding kegaduhan yang mewarnai Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026 di beberapa cabang olahraga (cabor) sengaja dibesar-besarkan oleh pihak tertentu. Hal itu ditegaskan usai penutupan Porprov XII NTB 2026 di GOR Turida Mataram, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, insiden itu sejatinya hanya terjadi pada beberapa nomor pertandingan. Namun, ia merasa ada narasi yang digiring seolah-olah seluruh penyelenggaraan Porprov NTB 2026 kacau balau.

Mori tak menampik, ada pihak-pihak yang diduga sengaja ingin mendongkel dirinya dari kursi Ketua KONI NTB pada Musyawarah Olahraga Provinsi yang direncanakan digelar akhir tahun ini.

"Agak panas, iya. Saya ini orang politik, biasa-biasa aja. Kalau ada yang mau jadi Ketua KONI enggak apa-apa, asal dia punya duit Rp 5 miliar ya udah enggak apa-apa. Ambil aja, enggak usah pusing," kata Mori.

Ketua DPW Partai NasDem NTB tersebut menegaskan dirinya tak mempermasalahkan jika ada figur lain yang ingin maju memimpin KONI NTB periode 2026-2030. Hanya saja, ia mengingatkan bahwa memimpin organisasi olahraga membutuhkan kesiapan finansial pribadi yang tidak sedikit.

"Saya udah bilang, ingat ya, mau jadi Ketua KONI buat hadapin PON harus punya uang Rp 5 miliar, pribadi. Ya, jangan dia bilang punya uang punya uang nanti uangnya enggak ada, itu biasa begitu," ucapnya.



(hsa/hsa)











Hide Ads