detikBali

Tertahan 11 Hari di Labuan Bajo, Jenazah 2 Turis China Dipulangkan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Tertahan 11 Hari di Labuan Bajo, Jenazah 2 Turis China Dipulangkan


Ambrosius Ardin - detikBali

Tim SAR mengevakuasi turis China yang tewas tenggelam saat snorkeling di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Rabu (15/7/2026)
Foto: Tim SAR mengevakuasi turis China yang tewas tenggelam saat snorkeling di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Rabu (15/7/2026). (Dok. Basarnas Maumere)
Manggarai Barat -

Jenazah dua wisatawan asal China akhirnya dipulangkan ke negaranya malam ini setelah 11 hari tertahan di ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pesawat yang mengangkut jenazah pasangan suami istri itu dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo pada pukul 19.00 Wita.

"Sekarang (jenazah) masih di bandara," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Kompdo Paulus Ndarung, Jumat (25/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Turis itu bernama Guo Xingyou (29) dan Sha Gingyang (30). Pasangan turis yang sedang melaksanakan bulan madu itu tewas saat snorkeling di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Rabu (15/7/2026) siang.

ADVERTISEMENT

Pemulangan jenazah Guo Xingyou dan Sha Gingyang menggunakan maskapai Batik Air. Jenazah mereka dibawa ke Bali dan selanjutnya ke China. "Ke Bali dulu," ujar Paulus.

Pemulangan dua jenazah itu dijemput keluarga mereka dari China. Keluarga sudah tiba di Labuan Bajo tiga hari lalu.

Dua turis itu tewas diduga terseret arus laut yang kencang dari sisi barat pulau Kelor hingga mengalami kelelahan ekstrem.

Kecelakaan wisata itu bermula ketika kapal dek terbuka (open deck) KM Rinca Story (GT 19) berangkat dari Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo pada 15 Juli 2026 sekitar pukul 10.00 Wita. Kapal milik Agus Prawijaya tersebut membawa sejumlah wisatawan domestik dan asing menuju Pulau Kelor, salah satu destinasi favorit untuk trekking dan snorkeling.

Setibanya di lokasi, para wisatawan turun ke pantai. Mereka melakukan treking di Pulau Kelor sebelum snorkeling. Saat kedua turis China itu snorkeling, tak ada kru kapal maupun pemandu wisata (tour guide) yang mengawasinya. Tak ada tour guide profesional yang berlisensi yang melayani wisatawan tersebut. Pemandu wisatanya hanya siswa SMK yang sedang melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL).

Dua turis China itu juga diketahui tidak memakai pelampung (life jacket) saat snorkeling. Kru kapal hanya membekali kedua wisatawan itu dengan masker selam (goggles) dan kaki katak (fins).

Guo Xingyou ditemukan mengapung di perairan Pulau Kelor. Sejumlah wisatawan lain mencoba memberikan pertolongan dengan resutisasi jantung paru (RJP), tapi nyawanya tak tertolong.

Adapun jasad Sha Gingyang ditemukan pada kedalaman 23 meter di dasar laut oleh tim SAR gabungan. Jasad kedua turis itu dievakuasi ke RSUD Komodo.



(hsa/hsa)









Hide Ads
LIVE