Sudah 10 hari jenazah dua wisatawan asal China masih tertahan di ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pihak keluarga dari China sudah dua hari berada di Labuan Bajo namun jenazah pasangan suami istri (pasutri) itu belum bisa dibawa pulang ke negara asalnya.
"Jenazah belum dibawa pulang ke negaranya," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Kompdo Paulus Ndarung, Kamis (24/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turis bernama Guo Xingyou (29) dan Sha Gingyang (30). Pasangan turis yang sedang melaksanakan bulan madu itu tewas saat snorkeling di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Rabu (15/7/2026) siang.
Paulus mengatakan rencana pemulangan jenazah Guo Xingyou dan Sha Gingyang masih menunggu keputusan pihak kepolisian dan Konsulat Jenderal China.
Sejauh ini belum diketahui proses yang berjalan di Polres Manggarai Barat yang menyebabkan jenazah dua turis itu belum bisa dipulangkan.
"Kami masih menungu baket (bahan keterangan) dari Pol Air (Satuan Polisi Air dan Udara Polres Manggarai Barat)," kata Kasubsi Penmas Humas Polres Manggarai Barat Aipda Fransiskus Jelahu.
Dua turis itu tewas diduga terseret arus laut yang kencang dari sisi barat pulau Kelor hingga mengalami kelelahan ekstrem.
Kecelakaan wisata itu bermula ketika kapal dek terbuka (open deck) KM Rinca Story (GT 19) berangkat dari Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo pada 15 Juli 2026 sekitar pukul 10.00 Wita. Kapal milik Agus Prawijaya tersebut membawa sejumlah wisatawan domestik dan asing menuju Pulau Kelor, salah satu destinasi favorit untuk trekking dan snorkeling.
Setibanya di lokasi, para wisatawan turun ke pantai. Mereka melakukan treking di Pulau Kelor sebelum snorkeling. Saat kedua turis China itu snorkeling, tak ada kru kapal maupun pemandu wisata (tour guide) yang mengawasinya. Tak ada tour guide profesional yang berlisensi yang melayani wisatawan tersebut. Pemandu wisatanya hanya siswa SMK yang sedang melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL).
Dua turis China itu juga diketahui tidak memakai pelampung (life jacket) saat snorkeling. Kru kapal hanya membekali kedua wisatawan itu dengan masker selam (goggles) dan kaki katak (fins).
Guo Xingyou ditemukan mengapung di perairan Pulau Kelor. Sejumlah wisatawan lain mencoba memberikan pertolongan dengan resutisasi jantung paru (RJP), tapi nyawanya tak tertolong.
Adapun, jasad Sha Gingyang ditemukan pada kedalaman 23 meter di dasar laut oleh tim SAR gabungan. Jasad kedua turis itu dievakuasi ke RSUD Komodo.