Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Barat, Akhmad Saikhu memastikan kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat tetap berjalan meski ruang kerja Bupati Lalu Ahmad Zaini alias LAZ telah disegel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Kalau pemerintahan tetap harus berjalan. Secara administrasi kan, Kepala daerah kan ada Bupati, ada Wakil Bupati. Untuk hal yang sepadan administrasi kan ada Wakil Bupati," ujar Saikhu, Senin (20/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, Saikhu melanjutkan, penyidik KPK belum pernah meminta keterangan kepada Pemkab Lombok Barat terkait kasus yang sedang dihadapi oleh Bupati LAZ dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Lalu Ratnawi.
"Kami belum pernah dimintai keterangan apa pun ya," ujarnya.
Saikhu memastikan Wakil Bupati (Wabup) Lombok Barat, Nurul Adha, berada di ruang kerjanya. Meski begitu, Wakil Bupati dikabarkan keluar kantor saat penyegelan dilakukan oleh komisi antirasuah itu.
"Tadi ada. Tapi sekarang ada kegiatan keluar. Mau konfirmasi ke ajudan kan sudah enggak aktif juga nomornya," ujarnya.
Sementara itu, Saikhu mengungkapkan Kepala Dinas PUPRPKP Lombok Barat Lalu Ratnaw tengah melaksanakan pendidikan dan latihan (diklat) di Bali.
"Mereka kan sebenarnya ada kegiatan ke Bali. Jadi Pak Kadis PU dan beberapa pejabat lain kan sedang melaksanakan diklat," katanya.
Saikhu menyebut, hingga saat ini belum ada upaya rapat koordinasi terkait penyegelan ruang kerja Bupati LAZ dan ruang kerja Kepala Dinas PUPRPKP Lombok Barat oleh KPK. Upaya itu tetap dilakukan dengan menunggu arahan dari pimpinan.
"Sampai sekarang ini kami masih stand by di kantor. Belum melakukan itu. Yang jelas kami tentunya stand by di kantor," ujarnya.
Saikhu memastikan semua hal yang sifatnya administrasi di pemerintahan harus tetap dijalankan. "Yang jelas ini kan terkait dengan pelayanan harus ada pelayanan dan tetap jalan," tandasnya.
Sebelumnya, Akhmad Saikhu mengaku kaget setelah KPK menyegel ruang kerja bupati. Menurutnya, penyegelan yang dilakukan sekitar pukul 07.30 Wita itu terjadi tanpa ada firasat maupun informasi sebelumnya.
"Yang jelas, pasti kaget kita. Kaget dan blank juga. Ini kan sifatnya mendadak sekali. Kita nggak punya firasat," tegas Saikhu saat dikonfirmasi, Senin siang (20/7/2026).