detikBali

Sterilisasi Dimulai, Pedagang Asongan Pelabuhan Kayangan Diberi ID Card-Rompi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Sterilisasi Dimulai, Pedagang Asongan Pelabuhan Kayangan Diberi ID Card-Rompi


Sanusi Ardy W - detikBali

Kantor ASDP Cabang Kayangan, Lombok Timur, NTB, Senin (20/7/2026). Foto (Sanusi Ardi W/detikBali)
Foto: Kantor ASDP Cabang Kayangan, Lombok Timur, NTB, Senin (20/7/2026). Foto (Sanusi Ardi W/detikBali)
Lombok Timur -

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kayangan, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), akan membekali tanda pengenal (ID card) dan baju rompi bagi pedagang asongan. Hal tersebut setelah adanya program sterilisasi di enam pelabuhan yang mulai diberlakukan hari ini, Senin (20/7/2026).

General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan, Erlisetya Wahyudi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung implementasi program tersebut. Mulai dari sosialisasi kepada para pedagang hingga penyiapan infrastruktur pendukung di Pelabuhan Kayangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah melakukan sosialisasi, sudah bertemu dan berdiskusi juga terkait ini. Sudah didaftar dan diberikan id card dan rompi untuk pedagang asongan," kata Erli, Senin.

Menurutnya, pemberian kartu identitas dan rompi bertujuan menata aktivitas pedagang asongan di kawasan Pelabuhan Kayangan tanpa menghilangkan mata pencaharian masyarakat yang selama ini berjualan di lokasi tersebut.

ADVERTISEMENT

Dari segi infrastruktur, ASDP Cabang Kayangan telah menyiapkan berbagai sarana pendukung dalam mendukung implementasi program sterilisasi ini. Mulai dari akses kontrol, perangkat verifikasi identitas, hingga CCTV.

"Sistem CCTV ini telah terintegrasi dengan ruang monitor untuk melakukan pemantauan kondisi area steril secara real time, jadi semuanya bisa terpantau," ucap Erli.

Selain itu, pagar pembatas, papan petunjuk, dan penanda zonasi area juga telah disiapkan. Begitu juga dengan pos pemeriksaan identitas hingga pos pemeriksaan kendaraan juga telah dimaksimalkan.

Di sisi lain, seluruh petugas pelabuhan diwajibkan mengenakan kartu identitas, helm keselamatan, dan perlengkapan operasional sesuai ketentuan. Menurut Erli, keselamatan, keamanan dan layanan yang terbaik itu menjadi utama.

"Meski masih soft launching dan bertahap, sesuai dengan motto kami yakni safety, service dan security. Artinya keselamatan, pelayanan dan keamanan itu yang utama," pungkas Erli.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads