detikBali

Seleksi Anggota KPID NTB 2026 Diperketat, Timsel Tolak Intervensi

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Seleksi Anggota KPID NTB 2026 Diperketat, Timsel Tolak Intervensi


Ahmad Viqi - detikBali

Ilustrasi Asesmen Nasional 2024
Foto: (Foto: Istimewa/Pusmendik Kemendikbud)
Mataram -

Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026-2029 mulai mematangkan seluruh mekanisme seleksi. Timsel memastikan proses seleksi berjalan profesional, objektif, transparan, akuntabel, dan bebas dari intervensi.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Timsel yang digelar di Ruang Sidang Komisi I DPRD Provinsi NTB, Senin (6/7/2026). Rakor dihadiri lima anggota Timsel, Tim Asesor BKD NTB, Tim Medis RSUP NTB, serta Tim Pelaksana dan Sekretariat.

Ketua Timsel KPID NTB, Ahsanul Khalik, mengatakan rakor menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi seluruh unsur yang terlibat dalam proses seleksi. Menurutnya, tidak boleh ada perbedaan standar pada setiap tahapan, mulai dari seleksi administrasi, Computer Assisted Test (CAT), tes psikologi, hingga wawancara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita ingin memastikan seluruh proses seleksi berjalan secara profesional, objektif, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Setelah rapat ini tidak boleh ada lagi perbedaan persepsi," tegas Aka kepada wartawan, Selasa (7/7/2026).

ADVERTISEMENT

"Seluruh tahapan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik secara administratif maupun hukum," lanjutnya.

Aka menegaskan integritas menjadi fondasi utama dalam seleksi ini. Timsel berkomitmen memberikan perlakuan yang sama kepada seluruh peserta tanpa memandang latar belakang. Untuk mengantisipasi kecurangan, seluruh proses akan didokumentasikan secara lengkap.

Pada tahap seleksi administrasi, Timsel menyepakati penggunaan daftar periksa yang seragam untuk memverifikasi seluruh dokumen peserta.

Tak hanya memeriksa kelengkapan berkas, Timsel juga akan melakukan verifikasi langsung ke instansi penerbit dokumen guna memastikan keabsahan surat keterangan sehat, surat bebas narkoba, ijazah, hingga riwayat kerja.

"Kita harus memastikan seluruh dokumen yang disampaikan benar-benar sah. Jangan sampai ada dokumen yang secara administratif terlihat memenuhi persyaratan, tetapi tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya," cetus Aka.

Pada tahap tes tertulis, Timsel menggandeng BKD Provinsi NTB untuk menyiapkan ujian berbasis CAT. Sebanyak 100 bank soal disiapkan dengan materi yang mencakup regulasi penyiaran nasional, kelembagaan KPID, wawasan kebangsaan, perkembangan media digital, serta muatan lokal penyiaran di NTB.

Aka mengatakan sistem pengamanan ketat diterapkan sejak penyusunan hingga pelaksanaan CAT untuk mencegah kebocoran soal. Timsel juga menyiapkan simulasi guna mengantisipasi gangguan teknis, seperti listrik padam maupun jaringan internet bermasalah.

Anggota Timsel dari KPI Pusat, Aliyah, mengatakan materi tes harus mampu menyaring calon komisioner yang siap menghadapi era konvergensi media.

"Materi tes harus mampu menggambarkan kemampuan peserta dalam memahami regulasi penyiaran, etika penyiaran, perkembangan media digital, hingga tantangan penyiaran," kata Aliyah.

Untuk tes psikologi, Timsel menggandeng asesor profesional dari UPTD Penilaian Kompetensi BKD NTB guna menilai stabilitas emosi dan kepemimpinan peserta.

Adapun pada tahapan akhir berupa wawancara, Timsel akan menggunakan pedoman pertanyaan serta indikator penilaian yang seragam. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan penilaian yang bersifat subjektif maupun potensi main mata.




(dpw/dpw)










Hide Ads