Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Kalingga Rendra Raharja mengunjungi rumah Sahid Al Hudri (14), salah seorang santri korban pembakaran oleh temannya di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, Lombok Tengah, yang terjadi pada 13 Desember 2025. Dalam kunjungan itu, Kapolda juga mengajak korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram.
Pantauan detikBali, Kalingga tiba di rumah korban di Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, sekitar pukul 10.20 Wita, Selasa (7/7/2026). Ia didampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTB Widhy Kalijaga, Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) NTB Zamroni Aziz, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB Kombes Arissandi, serta Direktur PPA dan PPO Polda NTB Kombes Ni Made Pujewati.
Setibanya di rumah korban, Kalingga langsung bersalaman dengan kedua orang tua korban. Sementara itu, Ketua Bhayangkari Daerah NTB melihat kondisi korban dan mengajaknya berbincang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedatangan rombongan tersebut merupakan bentuk empati Polri atas peristiwa yang menimpa dua santri korban pembakaran di Ponpes Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, Lombok Tengah. Dalam kesempatan itu, Kapolda juga meminta persetujuan keluarga agar korban dapat menjalani perawatan di RS Bhayangkara.
"Hari ini kami datang ke rumah korban sebagai bentuk empati Polri. Kita melihat korban yang mengalami luka parah akibat peristiwa yang terjadi pada bulan Desember 2025. Dan alhamdulillah, untuk perawatan lanjut untuk korban kita bawa ke RS Bhayangkara untuk perawatan lebih intensif lagi kedua korban," kata Kalingga kepada awak media.
Kapolda mengatakan, kedatangan jajaran Polda NTB bersama Kemenag NTB bertujuan melihat langsung kondisi korban sekaligus memastikan para penyintas mendapatkan penanganan dari tenaga medis profesional.
"Kita memastikan bahwa kedua korban ini harus mendapatkan perawatan yang intensif. Alhamdulillah kedua orang tua korban juga menyetujui dan ibunya juga akan mendampingi perawatan intensif di Bhayangkara Mataram," ujarnya.
Selain mengajak korban menjalani perawatan di RS Bhayangkara, Kalingga juga menyerahkan santunan berupa uang dan bahan pokok untuk membantu meringankan beban keluarga selama proses pengobatan.
"Saya sebagai Kapolda dan Kakanwil memberikan santunan untuk memperingan biaya berobat," ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Kanwil Kemenag NTB Zamroni Aziz mengapresiasi langkah Kapolda yang datang langsung melihat kondisi korban dan mengajaknya menjalani perawatan di RS Bhayangkara. Ia menyebut seluruh biaya pengobatan nantinya akan ditanggung Kapolda.
"Ini adalah bentuk perhatian beliau kepada anak bangsa tentu ponpes yang ada di Lombok Tengah dan NTB. Alhamdulillah termasuk beliau akan membawa korban untuk berobat dan semua perawatan akan ditanggung oleh beliau," ujarnya.
Zamroni juga memastikan keberlangsungan pendidikan kedua korban setelah proses pengobatan selesai. Menurutnya, Kemenag NTB akan memfasilitasi pemindahan data pokok pendidikan (dapodik) agar keduanya dapat melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Lombok Tengah.
"Tentu juga untuk kami untuk keberlanjutan daripada pendidikan anak-anak korban. Anak-anak ini sebelumnya sekolah di SMP kita menginginkan bersama LPA kemarin sedang memindahkan dapodik untuk ke MTS. Dan insyaallah akan kita beasiswakan," tegasnya.
(dpw/dpw)