detikBali
Nasional

KKP Ajak BUMN Kelola Industri Garam di Rote Ndao NTT

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026
Nasional

KKP Ajak BUMN Kelola Industri Garam di Rote Ndao NTT


Retno Ayuningrum - detikBali

Pemerintah pusat menyiapkan lahan di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk dijadikan kawasan sentra industri garam nasional. Proyek ini akan menjadi tambak garam terbesar pertama di Indonesia dan ditargetkan mendorong tercapainya swasembada garam pada tahun 2027.
Foto: Lahan proyek Sentra Industri Garam Nasional di Rote Ndao, NTT. (Anisa Indraini/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng salah satu badan usaha milik negara (BUMN), yakni PT Garam, untuk mengelola industri garam di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). KKP dan PT Garam telah menandatangani dokumen kesepakatan bersama terkait pengelolaan kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao.

Kesepakatan bersama ditandatangani oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, dan Direktur Utama (Dirut) PT Garam, Abraham Mose, di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KKP 2026 di Jakarta, Rabu (2/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lewat kolaborasi tersebut, KKP dan PT Garam akan bersinergi dalam pengoperasian, pemanfaatan, pemeliharaan, dan pengembangan kawasan K-SIGN sehingga dapat dikelola secara profesional, produktif, dan berkelanjutan. Rincian pelaksanaan kerja sama selanjutnya akan dituangkan dalam dokumen perjanjian kerja sama.

"Dengan dukungan pengalaman PT Garam sebagai BUMN pergaraman, kami optimistis program K-SIGN dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan industri garam nasional yang mampu mendukung percepatan swasembada garam," ujar Koswara, dikutip Minggu (5/7/2026) dilansir dari detikFinance.

ADVERTISEMENT

Koswara menjelaskan kehadiran K-SIGN di Rote Ndao tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas produksi garam nasional, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi melalui keterlibatan pemerintah daerah, masyarakat, dan para pelaku usaha dalam pengembangan kawasan.

Dirut PT Garam, Abraham Mose, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan KKP kepada perusahaan yang dipimpinnya sebagai mitra strategis dalam pengelolaan K-SIGN. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan BUMN menjadi kunci untuk menghadirkan industri garam nasional yang makin kompetitif dan berdaya saing.

"PT Garam berkomitmen mendukung pengelolaan K-SIGN melalui penerapan tata kelola yang profesional, penguatan kapasitas operasional, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami percaya kerja sama ini akan menjadi pijakan penting dalam memperkuat industri garam nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan," ujar Abraham.

Melalui sinergi ini, KKP dan PT Garam mendorong K-SIGN menjadi penggerak baru industri garam nasional. Pengelolaan kawasan yang terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan produksi dan kualitas garam dalam negeri, memperkuat ketahanan industri nasional, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat pesisir.

Artikel ini telah tayang di detikFinance. Baca selengkapnya di sini!




(iws/iws)











Hide Ads