Polemik dugaan penggusuran SDN Wolomoni di Ende untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, tragedi ayah yang diduga membunuh anak lalu gantung diri di Manggarai Timur, hingga penikaman empat anggota Brimob di Labuan Bajo menjadi tiga peristiwa yang paling menyita perhatian publik Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang sepekan terakhir.
Berikut rangkuman tiga peristiwa yang paling banyak menyedot perhatian pembaca detikBali yang kami rangkum dalam Nusra Sepekan:
Viral SDN Wolomoni Diduga Digusur untuk Kopdes Merah Putih
Video yang memperlihatkan anggota TNI dan alat berat berada di area SDN Wolomoni, Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Ende, viral di media sosial. Sekolah tersebut disebut hendak digusur untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTT Linus Lusi menegaskan pembangunan KDMP tidak boleh mengorbankan fasilitas pendidikan. Menurutnya, pemerintah daerah harus mencari lokasi lain jika terjadi benturan dengan aset sekolah.
Di sisi lain, Kapolsek Ende Iptu Mahmud Deran mengungkapkan lokasi pembangunan awalnya ditunjuk kepala desa tanpa berkoordinasi dengan pihak sekolah sehingga memicu penolakan.
Kodam IX/Udayana kemudian membantah adanya penggusuran sekolah. Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan peristiwa itu terjadi saat ekskavator hendak melintas menuju lokasi pembangunan KDMP di belakang sekolah. Menurutnya, penyesuaian teknis dilakukan karena akses jalan yang sempit dan seluruh pekerjaan kini telah dihentikan sementara.
Ayah Diduga Bunuh Anak Sebelum Gantung Diri
Warga Desa Golo Lero, Kecamatan Lamba Leda Timur, Manggarai Timur, digegerkan dengan penemuan jasad YD (34) dan anak laki-lakinya, AD.
Polisi menduga YD terlebih dahulu membunuh anaknya dengan cara membekap sebelum mengakhiri hidup menggunakan tali di dalam rumah mereka.
Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur Iptu Ahmad Zacky Shodri mengungkapkan hasil visum menunjukkan AD meninggal akibat kekurangan oksigen, sedangkan YD dipastikan meninggal karena gantung diri.
Polisi menduga aksi tersebut dipicu masalah keluarga. Saat kejadian, YD diketahui sedang menghadapi gugatan cerai dari istrinya dan telah lama hidup terpisah.
Empat Anggota Brimob Ditikam di Labuan Bajo
Keributan antara anggota Brimob Polda NTT dan sejumlah prajurit TNI AD di Labuan Bajo, Manggarai Barat, berujung insiden penikaman terhadap empat anggota Brimob.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra menjelaskan peristiwa bermula saat anggota Brimob menghadiri acara syukuran pelantikan rekannya pada Rabu (10/6) malam. Setelah memasuki dini hari, terjadi kesalahpahaman yang berujung cekcok dan penikaman.
Empat anggota Brimob mengalami luka tusuk di bagian punggung. Tiga korban masih menjalani perawatan, sementara satu korban diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.
Kodam IX/Udayana menyatakan dugaan keterlibatan anggota TNI AD masih dalam penyelidikan. TNI memastikan akan menindak tegas apabila ditemukan prajurit yang terbukti terlibat dalam insiden tersebut.
(dpw/dpw)










































